INFO TERKINI

ARTIKEL


MUHADHOROH AMMAH PESANTREN AKAN LAHIRKAN GENERASI TANGGUH DI ERA MILLENIAL




idrisiyyah.or.id | 

Mahad Aly Idrisiyyah dan STA Idrisiyyah menyelenggarakan Muhadhoroh Ammah bersama Kepala Prodi Akidah dan Filsafat IAIN Cirebon Drs. H Mustofa, M.Ag. Rabu (08/07) di Gedung Universitas Idrisiyyah.

Turut hadir Direktur Pendidikan Tarekat Idrisiyyah Ustad Asep Deni, M.Pd., dan Mudir Ma'had Aly Idrisiyyah Ustad Rijal Fauzi, S.Sy., M.Ag. beserta seluruh Mahasantri Ma'had Aly Idrisiyyah dan STA Idris.

H Mustafa memulai pemaparannya dengan mengutip konsep cinta seorang sayyidah sufiyyah Robiatul Adawiyah, Dalam kehidupan harus terpadu antara dua kecintaan, yaitu: kecintaan terhadap makhluk dan kecintaan kepada Allah.

Jadi, seseorang yang tidak memiliki seorang pembimbing maka setanlah yang akan menjadi pemandunya. "Disinilah pentingnya kesetiaan, komitmen dan pengabdian kepada Allah SWT dan wali-wali-Nya," tuturnya.

Dia menambahkan, manusia yang memperturutkan nafsu syahwatnya tidak akan pernah puas dengan kehidupan dan apa yang ia miliki bahkan hanya akan memunculkan keegoisan dalam dirinya. "Seperti dalam hal makan, baru saja selesai makan sudah memikirkan lagi apa yang akan dimakannya esok hari," jelasnya.

Ilmu Tasawuf lah yang mampu mendidik dan mengendalikan gejolak keinginan nafsu, tak hanya itu Tasawuf dapat menumbuhkan kepedulian terhadap diri, orang lain, agama dan negara

Dengan pendidikan pesantren seorang santri dapat mengasah dan mengorientasikan dirinya ke arah yang lebih baik. Keberkahan belajar ketika di pesantren tidak akan pernah terduga olehnya.

"Boleh jadi kesuksesan di masa depan karena kesungguhan khidmatnya mencari ilmu ketika di Pesantren," katanya memotivasi santri.

Dia menekankan, Pendidikan pondok pesantren mampu menumbuhkan kesadaran, pada hakikatnya apa yang kita lakukan hari ini hasilnya akan diraih oleh kita kemudian.

Melalui proses pendidikan akan menciptakan generasi yang tangguh di era milenial.

"Niat yang benar pahalanya terhitung setengah dari amal, tugas kita selanjutnya melaksanakan amal sampai tuntas, totalitas dan sempurna," katanya mengingatkan.

Orang yang mulia di hadapan Allah adalah orang yang bertaqwa kepada Allah. Tiada lain taqwa, yaitu: menjalankan perintah Allah dan Rosul-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya baik yang haram maupun makruh.

Kehidupan ini hakikatnya memiliki satu tujuan yaitu mengembalikan fitrah manusia untuk kembali menghadap kepada Sang Khaliq.

"Ketika manusia sampai pada maqam taubat (ar-ruju ilaa Allah) maka ia tidak akan sekali kali mengulangi kesalahannya dimasa lalu," pungkasnya.

MUHAMMAD SYARIF | MAJELIS JURNALISTIK