KAJIAN

ARTIKEL


RAHASIA DAN HIKMAH ASMAUL HUSNA AS SALAM, AL MU'MIN DAN AL MUHAIMIN




idrisiyyah.or.id | 

IDRISIYYAH | Mutiara Dzikrul Makhsus - As-Salam (Yang Mahasejahtera) (السلام) adalah Zat-Nya bebas dari kerusakan dan kekurangan, sifat-sifat-Nya bebas dari ketidaksempurnaan, dan tindakan-tindakan-Nya tak ternodai keburukan.

Karena Dia seperti itu. Maka tidak ada sesuatu pun yang sejahtera yang tidak dinisbahkan kepada Dia, dan berasal dari Dia. Bahwa tindakan-tindakan Yang Mahatinggi tak ternoda oleh keburukan dan kezaliman.

Setelah memaknai, menghayatinya dengan berfikir dan jiwa sehingga tumbuh kesadaran betapa Hebat Allah Yang Selamat dari berbagai keburukan dan kekurangan. Jika ingin selamat maka dekatilah Allah As Salam, karena akan terhindar dari rasa cemas dan takut.

Selanjutnya meneladani Sifat-Nya tersebut dengan menyelamatkan, memelihara, menjaga hati dari sifat curang, iri, bohong, kehendak yang buruk. Dan anggota badannya tidak tercemari dosa-dosa dan perbuatan-perbuatan haram, dan yang sifat-sifatnya tidak dipengaruhi keburukan.

Maka dia akan menjadi hamba yang datang kepada Allah Ta'ala dengan hati yang sejahtera.

Manusia lebih cenderung memperhatikan / merawat fisiknya ketimbang hatinya. Bahkan pemeliharaan hewan peliharaannya lebih telaten, karena dicintai.

Seharusnya manusia lebih merawat hatinya daripada itu semua, karena semuanya akan musnah. Dan yang menghadap kepada Allah adalah hatinya.

Firman Allah SWT:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"Pada hari (kiamat) saat harta dan anak-anak tidak bermanfaat. Kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat." (QS asy-Syu