KAJIAN

ARTIKEL


SIKAP MANUSIA TERHADAP DAKWAH




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Dzikrul Makhsus

Nabi Nuh As curhat kepada Allah, "Wahai Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru dan mengajak terhadap kaumku, siang dan malam terus berdakwah, maka tidaklah menambah kepada mereka ajakanku kecuali membuat lari mereka. Dan setiap aku menyeru kepada mereka, maka mereka menutup telinga mereka dengan jari-jari mereka. Dan mereka menutup muka mereka dengan pakaian mereka. Dan mereka terus-menerus seperti itu, dan mereka sombong dengan kesombongan yang sangat parah".

Dakwah merupakan profesi yang paling mulia di sisi Allah. Tapi dakwah itu tidak mudah. Satu orang saja mendapatkan hidayah, nilainya mahal luar biasa.

Tugas beribadah adalah kewajiban bagi setiap manusia. Kebanyakan manusia diseru malah lari. Dipanggil dan diseru oleh petugas Allah baik dari kalangan para Nabi dan para Ulama Mursyid, malah menjauh. Kalau kita mau memaksa-maksa kepada bangsa ini untuk mendirikan negara Islam maka tidak akan bisa. Karena sejarah sudah membuktikannya. Agama itu tidak bisa dipaksakan kepada setiap individu.

Salah satu hikmah adanya Bai'at agar terlihat mana yang sungguh-sungguh ingin melaksanakan ajaran agama dan mana yang tidak. Tidak ada paksaan dalam agama, semua berdasarkan keikhlasan. "Katakanlah kebenaran ini datang dari Tuhan kalian, barang siapa ingin beriman maka berimanlah, barangsiapa ingin ingkar maka ingkarlah". (Q.S. Al Kahfi: 29)

Para ulama para mursyid adalah pembawa keselamatan, menyeru kepada jalan Allah. Semua program-program yang dicanangkan adalah mewujudkan nilai-nilai ajaran Islam yang membawa keselamatan. Tapi kebanyakan manusia tidak mengenal agama Allah dengan sesungguhnya.

Kalau Allah berkehendak kebaikan kepada seseorang tandanya adalah Allah akan semakin tambah pemahaman agamanya (tafaquh fiddin). Ia akan semakin ingin mempelajari dan paham dengan agama Allah.

Dalam doa disebutkan, "Allahumma innaa nas'aluka 'ilman naafi'an, wa qolban khoosyi'an wa yaqiinan shoodiqon wa 'amalan mutaqobbalan"

1. "Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat". Ilmu adalah cahaya Allah. Cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat kepada Allah.

2. "Ya Allah aku memohon kepada-Mu hati yang tunduk (khusyu')". Hati yang lalai membuat ibadah lainnya tidak berfungsi.

Allah ciptakan matahari dan bulan menjadi waktu, dalam sehari semalam 24 jam. Penciptaan jagad raya termasuk manusia adalah sebagai petunjuk adanya Allah SWT. Ciptaan-Nya penuh keteraturan, berfungsi dengan rapih dan baik. Seandainya yang menciptakan matahari si A, bulan si B, langit si C, maka tentu akan berantakan. Siangnya bisa ada yang 3 hari malamnya sehari.

Manusia telah diberikan akal dan hati. Maka Kekuasaan-Nya itu sebagai petunjuk, pelajaran atau bahan berpikir bahwa Allah yang telah menciptakan dan mengfungsikan alam semesta ini dengan harmoni.

Dalam kehidupan manusia selalu ada dua sisi, reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). Di negara manapun ada penerapan keduanya. Demikian juga Allah menciptakan bumi ini, telah menurunkan agama, para Nabi dan Ulama. Maka barangsiapa yang taat kepada Allah maka Allah akan beri ganjaran pahala surga. Sebaliknya yang bermaksiat kepada-Nya maka Allah akan siksa nanti kelak di akhirat. Begitulah gambaran adilnya Allah SWT. Ilmunya bertambah hatinya bertambah khusyu'.

3. "Ya Allah aku memohon kepada-Mu keyakinan yang shiddiq (keimanan yang benar)".

4. "Ya Allah terimalah amalan kami". Amalan yang diterima oleh Allah adalah amalan yang benar menurut kaidah fiqih dan tasawuf, di mana amal itu bersumber dari Allah.

Sebagai penutup, di penghujung tahun ini mari kita introspeksi diri. Mintalah fatwa kepada hati masing-masing. Di malam ini kita bersungguh-sungguh muhasabah mengoreksi segala amal perbuatan kita selama satu tahun ini.

@MK_IDRISIYYAH Kampoeng Futuh, 31 Desember 2020/16 Jumadil Awal 1442 H