KAJIAN

ARTIKEL


RAHASIA & HIKMAH ASMAUL HUSNA (AL MUHAIMIN, AL 'AZIZ, AL JABBAR)




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Dzikir Makhsus

Dalam ayat Kursy, Allah menjelaskan identitasnya, Wailaahukum ilaahuwwaahid sembahan kalian adalah sembahan yang satu Laailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum ... dst

Al Muhaimin, Zat Yang Menjaga, yang memelihara. Memelihara seluruh makhluk-makhluknya, mulai dari rizki, fisiknya sampai ajalnya. Ajal kematian telah Allah tetapkan dan rahasiakan. Jangan merasa sehat, muda. Karena Ajal tidak melihat umur dan sehat. Maka mumpung masih diberi umur manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Sebagai hamba Allah yang mengikuti teladan Asma Allah Al Muhaimin harus memelihara hati, menjaga hati. Bagi yang sungguh-sungguh maka Allah akan mempermudah dalam menjaga dan memelihara hatinya. Untuk mempermudah hati dalam mengingat Allah maka bisa dibantu dengan checker (alat hitung dzikir), bisa dengan tulisan kalimat-kalimat dzikir dsb.

Al Aziz, yang Maha Perkasa. Maknanya tiga:

(1) Sedikit wujud semisalnya

(2) Sangat dibutuhkan

(3) Sulit untuk mengaksesnya Kalau matahari memang sedikit wujudnya, dibutuhkan, tapi mudah mengaksesnya. Kalau Allah sulit untuk diakses agar selalu tersambung kepada Allah.

Supaya bisa mengaksesnya harus semakin mengenal Kebesaran dan semakin Makrifat dengan cara mencari wasilahnya.

Gambaran hamba yang mengikuti Asma Allah yang Al 'Aziz itu adalah hamba Allah yang dibutuhkan oleh hamba-hamba Allah lainnya. Mereka itu adalah:

(1) para Nabi

(2) para Ulama. Sulit mengakses kepada ulama karena hatinya masih terhijab.

Al Jabbar, Zat Yang Maha Memaksa. Allah punya kehendak terhadap segala sesuatu dengan cara memaksa. Manusia dijadikan atas kehendak Allah SWT. Kalau Allah berkehendak memberikan rizki kepada si A, maka tidak ada yang bisa mengambilnya.

Dalam kehidupan ini manusia diberikan kemerdekaan untuk memilih, menetapkan, memutuskan. Maka nanti manusia masuk ke ke surga atau ke neraka itu atas kehendaknya masing-masing.

Doa setelah shalat fardhu, Allahumma laamaani'a limaa a'thoyta walaa mu'thiya limaa mana'ta walaa roodda limaa qodhoyta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jadd. Wahai sembahan kami, tidak ada yang bisa menghalangi terhadap apa-apa yang Engkau berikan, tidak ada yang bisa memberi terhadap yang Engkau tahan, tidak ada yang bisa menahan apa yang engkau tetapkan.

Hamba Allah yang bisa memaknai Asma Allah Al Jabbar adalah orang yang tinggi derajatnya dan paling ditaati oleh umatnya. Orang yang paling tinggi derajatnya dan paling ditaati adalah Rasulullah Saw. Nabi Musa As yang dibanggakan oleh umat yahudi, seandainya beliau masih hidup pada masa Rasulullah Saw, maka niscaya ia tidak ada pilihan kecuali taat kepada Rasulullah Saw. Karena Beliau adalah manusia yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah SWT, demikian Rasulullah Saw memberikan perumpamaan.

@MK_IDRISIYYAH Kampoeng Futuh, 7 Januari 2021/23 Jumadil Awal 1442 H