KAJIAN

ARTIKEL


THARIQAH ADALAH JALANNYA PARA NABI DAN WALI ALLAH




idrisiyyah.or.id | 

Hikmah Pengajian Malam Jumat

Rasulullah Saw hadir pada orang yang melantunkan shalawat kepadanya. Orang yang bershalawat sekali dibalas sekali. Balasan shalawat berupa Rahmat-Nya. Jumat malam dan siangnya penting memperbanyak shalawat dalam rangka membangun komunikasi dengan Beliau.

Thariqah mu'tabaroh adalah jalan batin (ruhani) menuju kepada Allah. Qalbu (batin) butuh jalan. Thariqah pada hakikatnya satu. Jalan para Nabi memiliki jalan batinnya yang khusus. Thariqah adalah jalannya para Nabi dan Wali Allah.

Setiap murid terus belajar memperbaiki/membersihkan hati. Hatinya tertuju hanya kepada Allah. Dalam segala aktivitas berniat tujuannya Ridha Allah. Lahiriahnya ke laut mencari ikan, hakikatnya mencari Ridha Allah. Jika hanya tujuannya ikan, amat kecil nilainya. Yang menjadi mahal adalah batinnya yang memiliki tujuan besar (Ridha Allah). Jika tujuannya kepada Allah, apapun aktivitas dinilai ibadah.

Berbeda harta, jabatan, jenis pekerjaan, adalah sebagai ujian kehidupan.

Setiap manusia punya kesempatan untuk menjadi Wali-wali Allah. Thariqah adalah jalannya, dengan menjadikan Allah sebagai tujuan. Dalam thariqah diajarkan menyambungkan hati kepada Allah dengan membaca Qur'an dan dzikir setiap hari. Formula dzikir dalam rangka untuk membersihkan jiwa, dari segala penyakit dan dosa.

Menjalankan amalan khusus (awrad) dalam rangka berthariqah. Dzikir adalah nutrisi Ruhani. Sebagaimana jasad, ruhani membutuhkan nutrisi agar kuat menjalankan ibadah.

Dzikir perlu latihan. Sehingga hatinya lebih banyak ingat daripada lupanya. Wali Allah hatinya senantiasa berdzikir seperti denyut jantung. Dzikir adalah tanda kewalian. Riyadhah adalah untuk melatih hati dzikir kepada Allah.

Salah satu bentuk thariqah adalah melaksanakan wirid dan menjaga hati, baik di kala lapang maupun sempit.

Apabila hati disinari cahaya Allah maka ia akan mempersiapkan datangnya kematian. Baik tua maupun muda harus mempersiapkan diri. Karena ajal tidak mengenal usia.

Nabi Saw memperingatkan jangan takut kematian tapi persiapkan kematian. Yang akan dibawa mati adalah hati dan amal.

Ukuran ingat kepada Allah adalah ketika shalat. Jika dalam shalat banyak lalai (tidak khusyu') apalagi di luar shalat. Jika banyak lupanya berarti banyak dilalaikan oleh urusan dunia.

Dalam berthariqah Allah dijadikan tujuan dan Mursyid sebagai pembimbingnya. Mursyid membangkitkan dan membangunkan murid ketika lupa atau lalai.

وَأَلَّوِ اسْتَقٰمُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنٰهُمْ مَّآءً غَدَقًا

Dan jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan thariqah, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (limpahan kenikmatan batin). (Q.S. Al-Jinn: 16)

Hati yang bingung dan gelisah pertanda ia telah melupakan ayat (peringatan) Allah. Marilah periksa apakah hati kita sudah layak berpulang kepada Allah.

Kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang akhir, tapi sepenggal perjalanan. Seperti musafir yang berteduh di sebuah pohon, kemudian melanjutkan kembali perjalanan panjang nya. Kehidupan kekal itu ditentukan oleh kehidupan dunia yang singkat ini.

@MK_IDRISIYYAH Pemalang, 28 Januari 2021