KAJIAN

ARTIKEL


MUTIARA TALQIN




idrisiyyah.or.id | 

Disampaikan kepada jamaah Sabah (Malaysia)

Sebagai seorang muslim, sepatutnya kita memiliki seorang guru pembimbing agar tidak ikut-ikutanan dalam menjalankan agama.

Definisi Thariqah adalah,

اَلسِّيْرَةُ الْمُخْتَصَّةُ بِالسَّالِكِيْنَ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَطْعِ الْمَنَازِلِ وَالتَّرَاقِيْ فِى الْمَقَامَاتِ.

"Tarekat adalah Jalan khusus orang-orang yang melakukan pengembaraan spiritual menuju kepada Allah `Azza wa Jalla, yaitu dengan menempuh manazil (level-level hawa nafsu) dan menaiki pilar-pilar ruhani (maqamat)". (Imam Al Jurjani, at Ta`rifat)

Maksud qath`il manazil adalah mujahadatun nafs berjuang menundukkan hawa nafsu, sehingga kualitas nafsu semakin meningkat. Nabi Saw mengingatkan bahwa musuh terbesar kita adalah nafsu kita sendiri.

Taraqqi fi Al maqamat maksudnya menaiki/menegakkan pilar2 ruhani, spt Sabar, Ridha, dll.

2 definisi tersebut menunjukkan isi thariqah, yakni mujahadah (qath'u al manazil ) dan riyadhah (taraqqi fi al maqamat).

Menurut Syekh Muh Min Al Kurdi tarekat adalah pelaksanaan agama, yang terkandung dalam Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. Dengan kata lain tarekat adalah melaksanakan agama secara sempurna di bawah bimbingan seorang Mursyid. Tarekat adalah menjalankan agama sesungguhnya.

Syekh Ahmad Syarif as Sanusiyyah mengatakan bahwa tarekat kami menggabungkan ilmu Zahir (Burhaniyyah) dan batin (Isyraqiyyah).

Tarekat adalah jalan batin (Ruhani) yang pernah ditempuh oleh para Nabi, Rasul dan Awliya.

Talqin bisa dikatakan sebagai pengesahan menjadi seorang murid. Talqin adalah pengajaran. Seluruh rangkaian ibadah adalah dzikir. Dzikir adalah yang terbesar (waladzikrullaahi akbar). Dzikir menggunakan hati. Nabi Saw berdzikir di setiap waktu dan kesempatan. Agar bisa seperti itu dibutuhkan pengajaran dan pembelajaran talqin dzikir.

Dasar talqin adalah hadis di mana Nabi Saw pernah berkumpul bersama para Sahabat Ra. Kemudian Beliau Saw menanyakan apakah ada orang asing? Sahabat menjawab 'tidak ada'. Maka Nabi Saw menyuruh menutup pintu, dan memerintahkan melafalkan dzikir 'laa ilaaha illallaah'.

Dzikir bukan sekadar melafalkan, karena anak kecil pun bisa mengucapkannya. Dengan talqin akan menghidupkan hati.

Jika terbuka hakikat kalimat laa ilaaha illallah maka akan mengetahui kelebihannya, di antaranya sekali mengucapkan melebihi berat/luasnya 7 lapis langit dan bumi.

Dengan talqin dan bai'at seorang murid akan memiliki imam dalam menjalankan kehidupannya.

Motivasi talqin harus lurus. Niat talqin adalah untuk mendapatkan bimbingan agama secara sempurna. Cita-cita mendapatkan karamah (keajaiban2) dalam bertarekat akan memudaratkan seorang murid.

Wirid dilaksanakan dengan bertahap, dimaknai/tadabbur. Sebelum berdzikir perlu berwasilah dahulu. Perantara yang agung adalah dengan berabithah (membayangkan sosok Mursyid di alam pikiran), dan beristimdad (meminta pertolongan agar dibimbing kepada Allah).

Hadis menyebutkan, 'Sebaik-baik sahabat adalah yang menyebabkan engkau ingat kepada Allah'. Itulah Mursyid bagi seorang murid.

@MK_IDRISIYYAH Kampoeng Futuh, 4 Februari 2021/22 Jumadil Akhir 1442 H