KAJIAN

ARTIKEL


TIPS MUJAHADAH




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Dzikir Makhsus

Syekh Muh. Amin Al Kurdi dalam Tanwirul Qulub mengangkat kata mutiara Ibrahim bin Adham Rhm (w 160 H/777 M), Ulama besar sufi dari Balkh. Beliau mengatakan bahwa seseorang tidak akan mencapai derajat shalihin (orang yang taat kepada Allah) hingga melewati 6 pendakian:

1. Kunci pintu kenikmatan, buka pintu kesulitan. Maksudnya jangan sampai hawa nafsu bersenang-senang dalam kehidupan ini. Kesukaan hawa nafsu yang menghalang-halangi beribadah ditutup rapat-rapat. Memanjakan nafsu membuat celaka. Lebih baik bersusah-susah di dunia yang hanya sebentar. Nafsu amarah itu terdiri dari nafsu bahimiah (hewan ternak). Tidak pernah memikirkan akhirat. Lihat rusa, makan, berantem, istirahat lagi. Makan lagi begitu aja. Kalau ada manusia yang seperti itu disebut "hardolin". Maka tutup nafsu amarah sampai meningkat menjadi lawwamah. Sifat yang kedua dari ammarah adalah menerkam (sabu'iyyah - hewan buas).

2. Tutup pintu kemuliaan, buka pintu kehinaan. Nafsu jangan dimuliakan, tapi hinakan. Bukan berarti jadi gembel, bajunya compang-camping. Tapi hinakan nafsu. Kalau nafsu dimuliakan nanti membuat celaka. Nafsu diinjak, lawan, agar tidak merasa sombong di hadapan Allah. Kalau hawa nafsu disibukkan dengan menjalankan ketaatan, maka akan dimuliakan Allah.

3. Tutup pintu "rohah" (راحة) istirahat atau santai bagi nafsu, bukakan pintu capek atau taat. Apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya jalankan. Nafsu adalah musuh nomor 1 dibandingkan dengan syetan. Karena ia ada di dalam diri kita sendiri. Nafsu inginnya santai tidak mau capek. Nabi Saw pernah bersabda, "mari kita kembali dari jihad kecil menuju jihad akbar". Para sahabat bertanya, apa itu jihad akbar? Nabi Saw bersabda, "jihad melawan hawa nafsu".

4. Tutup pintu tidur, buka pintu melek (jaga). Bukan atau belum waktunya jangan tidur. Yang dimaksud di sini adalah di sepertiga malam harus bangun. Setelah sholat tahajud dilanjutkan dengan dzikir.

5. Tutup pintu "ghina" (غناء) kekayaan, bukakan pintu kefakiran. Buang rasa tidak butuh kepada Allah, buka rasa butuh kepada Allah. Nafsu aslinya tidak butuh dan cuek kepada Allah. Butuhnya kepada kesenangan duniawi. Manusia diberikan hawa nafsu, akal dan hati. Hawa nafsu dihiasi dengan kesenangan dunia. Dalam rangka mujahadah maka tutup rasa cukup dengan kesenangan dunia, bukakan rasa al faqru butuh kepada Allah yang sebenarnya. Sehingga yang butuh itu akan berlari mendekat kepada Allah.

6. Tutup pintu melamun, angan-angan, cita-cita, harapan duniawi, bukakan pintu persiapan kematian. Duniawi itu bukan materinya tapi efeknya, yakni yang menghalang-halangi manusia kepada Allah. Nabi Saw bersabda, "rata-rata umur umatku antara 60-70 tahun". Mau dipakai apa umur tersebut. Yang paling baik panjang umurnya dan banyak amalnya. Beramal itu jangan dinanti-nanti, 'nanti juga ada lagi', seolah-olah umurnya 1000 tahun lagi. Waktu terus bergerak dan tidak bisa mundur. Orang yang mempersiapkan diri dengan kematiannya bukan orang yang pesimis, justru ia optimis.

Kalau mampu mendaki 6 aqabah (pendakian) ini maka ia akan disolehkan oleh Allah SWT.

Aturan pertama di pesantren Idrisiyyah bagi para santri adalah menundukkan hawa nafsu.

@MK_IDRISIYYAH Kampoeng Futuh, 18 Feb 2020/7 Rajab 1442 H