KAJIAN

ARTIKEL


8 MUTIARA HIKMAH HATIM AL ’ASHAM




idrisiyyah.or.id | 

Diriwayatkan, suatu hari Syaqiq al-Balkhi Rhm. bertanya kepada muridnya, Hatim Al 'Asham Rhm, "Sejak kapan kau menemaniku?" Ia berkata: "Sejak 33 tahun yang lalu." Lalu Syaqiq bertanya: "Selama itu, apa yang engkau pelajari dariku?" Ia menjawab: "Delapan masalah." Syaqiq berkata: "Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya hanya kepadaNya kita akan kembali. Kamu menghabiskan umurmu bersamaku dan kamu hanya belajar 8 masalah, apakah masalah itu?" "Ia pun berkata:

Pertama, aku memperhatikan makhluk dan aku melihat bahwa masing-masing menyenangi sesuatu. Mereka selalu bersama dengan yang mereka senangi. Apabila masuk kubur, mereka akan meninggalkannya. Karena itu aku jadikan kebaikan-kebaikan sebagai yang aku senangi. Dan setelah aku masuk kubur, yang aku senangi itu masuk juga bersamaku." Gurunya berkata: "Benar kamu!"

Kedua, aku memperhatikan Firman Allah: "Sedangkan orang yang takut terhadap posisi Tuhannya dan menahan hawa nafsu, maka sesungguhnya surga merupakan tempat kembalinya." Aku mengerti, bahwa firman Allah SWT itu benar. Karena itu aku berusaha memerangi nafsuku dengan membendung hasratnya, hingga kokoh dalam menaatiNya.

Ketiga, aku memperhatikan makhluk dan aku melihat masing-masing memiliki barang berharga. Mereka menyayangi dan menjaganya, kemudian aku perhatikan firman Allah SWT: "Apa-apa yang berada di sisimu akan hilang dan apa-apa yang ada di sisi Allah akan kekal." Maka setiap kali aku mendapatkan sesuatu yang berharga dan bernilai, aku mempersembahkannya kepada Allah SWT agar ia abadi untukku di sisiNya.

Keempat, aku memperhatikan manusia: masing-masing mereka kembali kepada harta, pamrih, kemuliaan dan ras, keturunan. Aku melihat semuanya tidak mempunyai arti, lalu aku perhatikan firman Allah SWT: "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian menurut Allah adalah yang paling takwa." Maka aku bertekad untuk takwa hingga aku menjadi orang yang mulia di sisiNya.

Kelima, aku perhatikan manusia ini, aku melihat mereka saling mencela dan saling melaknat, lalu aku mengerti bahwa sumber dari semua itu adalah hasud. Aku kemudian memperhatikan firman Allah SWT: "Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia." Maka aku tinggalkan dengki dan memusuhi orang lain, dan aku yakin bahwa yang dibagikan untukku pasti sudah ada.

Keenam, aku memperhatikan manusia. Sebagian mereka membenci dan memusuhi yang lainnya, lalu aku melihat bahwa musuh sebenarnya adalah setan. Allah SWT telah berfirman: "Sesungguhnya setan bagi kalian adalah musuh, maka jadikanlah ia sebagai musuh." Maka aku memusuhinya dan aku mencintai semua manusia.

Ketujuh, aku memperhatikan manusia, aku mendapati mereka mencari harta sebanyak-banyaknya dan karenanya mereka menjadikan diri mereka hina. Lalu aku perhatikan firman Allah SWT: "Tidak ada seekor binatang melata pun di muka bumi, kecuali Allah menanggung rezekinya." Maka aku yakin bahwa aku termasuk orang yang diberi rezeki, dan aku sibukkan diriku untuk Allah dan aku tinggalkan yang selain Din.

Kedelapan, aku memperhatikan manusia. Aku melihat sebagian mereka berserah diri atas sebagian yang lain. Ada seseorang yang menyerahkan nasibnya pada perniagaannya, ada yang menyerahkan nasibnya pada perusahaannya, dan yang lain pada kesehatan badannya. Setiap orang menyandarkan urusannya kepada orang lain. Lalu aku kembali kepada firman Allah SWT: "Dan barangsiapa menyerahkan diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi (keperluan)nya." Maka aku menyerahkan segalanya kepada Allah. "Syaqiq lalu berkata: "Allah telah menunjukkanmu, wahai Hatim. Demi, sungguh engkau telah sempurna mengumpulkan segala persoalan."

@MK_IDRISIYYAH

Mutiara Arbain, 9 Rajab 1441 H/21 Feb 2021 M