KAJIAN

ARTIKEL


TAFSIR SURAT AN NAJM




idrisiyyah.or.id | 

(Mutiara Qini malam ke-2)

Surat An Najm termasuk kelompok surat Makiyyah (turun sebelum hijrah).

وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰى 1. Demi bintang (tsuraya) ketika terbenam,

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوٰى 2. kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, Makna Sahabat di sini adalah menurut pengertian bahasa. Artinya satu kampung (tetangga) dengan warga Mekah. Nabi Saw dianggap tersesat. Kondisinya malah terbalik. Agama yang dibawa oleh seluruh para Nabi As bertolakbelakang dengan hawa nafsu manusia. Nabi Saw pun menyatakan, 'Dunia itu bak penjara bagi orang yang beriman, dan surga bagi orang kafir.' Yakni terhadap hawa nafsunya. Beliau Saw juga bersabda, 'Ketahuilah jalan ke neraka dikelilingi kesukaan oleh hawa nafsu, dan jalan ke surga tidak disukai hawa nafsu.' Hawa nafsu tidak menyukai jalan surga, sehingga bertolakbelakang dengan surga. Hawa nafsu bersifat bebas, tanpa aturan. Hal inilah yang menyebabkan Nabi Saw dimusuhi.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى 3. dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Orang awam cenderung kepada hawa nafsu, sehingga menyikapi berita medsos dengan kata/kalimat yang kotor.

اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحْىٌ يُّوۡحٰى 4. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), Seandainya Quran tidak dijaga (lenyap) maka kita akan bingung, karena tidak ada kepastian dalam kebenaran. Al Quran dijaga Allah. Tapi banyak yang tidak menjadikannya pedoman. Diawali dengan membacanya, menyentuh, melihat ayat Al Quran. Pahalanya bukan per surat atau kalimat, tapi per huruf. Wirid utama adalah membaca Quran. Jangan lupakan karena menyinari alam kubur. Di padang mahsyar nanti Quran yang memberikan syafaat. Kita harus komitmen memmbaca Quran, sebelum dan sesudah bangun tidur usahakan membacanya. Jika tidak komitmen, meskipun sudah ditalqin tidak akan serius membacanya. Ada ribuan tema (judul) dalam Al Quran, dari hal terkecil (atom) hingga hal terbesar (Arasy). Contoh2 ilmu pengetahuan pun ada. Cahaya dan kegelapan datang silih berganti. Kondisi manusia seperti itu.

عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰى 5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

ذُوۡ مِرَّةٍؕ فَاسْتَوٰى 6. yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa).

وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰى 7. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Sulit menceritakannya karena kita tidak pernah melihatnya. Tapi inilah pengalaman Nabi Saw.

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰى 8. Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,

فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوۡ اَدۡنٰى 9. sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).

فَاَوۡحٰى الٰى عَبْدِهٖ مَاۤ اَوۡحٰى 10. Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah. Kalam wahyu yang disampaikan kepada Nabi Saw tidak ada suara dan gambar (huruf)nya. Tapi isinya. Beliau Saw menangkapnya lewat hati, kemudian menjadi bahasa Arab. Para Nabi As yang lain menerima wahyu juga demikian, dan diwujudkan dalam bahasanya masing-masing.

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى 11. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Bukan takhayul atau imajinasi Nabi Saw.

اَفَتُمٰرُوۡنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى 12. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu? Ketika ayat ini turun, Nabi Saw telah bermi'raj. Dan Beliau Saw mengumpulkan warga Mekah untuk menyampaikan apa yang telah dialaminya.

وَلَقَدۡ رَاٰهُ نَزۡلَةً اُخْرٰى 13. Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

MK_IDRISIYYAH, [05.03.21 22:01] عِنْدَ سِدۡرَةِ الْمُنْتَهٰى 14. (yaitu) di Sidratul Muntaha, Tidak bisa dibayangkan bagaimana besarnya. Nabi Saw pernah menggambarkan perbandingan Kursy Allah dengan Arasy-Nya seperti gelang yang dilemparkan di padang yang luas. Dan tujuh lapis langit bumi, seperti itu pula dibandingkan Arasy Allah. Bumi yang diketahui manusia saja amat terbatas. Negeri atau kota lain belum tentu diketahuinya.

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَاۡوٰى 15. di dekatnya ada surga tempat tinggal, Disebut dengan 'dunia' karena waktunya dekat (sebentar). Dunia sementara. Dinamakan Kampoeng Hijrah, agar 'hijrah' menuju panggilan Allah ke masjid. Syiar Islam terlihat. Kampoeng akhirat atau Dar al Islam benar-benar terlihat.

اِذۡ يَغْشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغْشٰى 16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى 17. penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Tidak ada pengurangan atau penambahan, tepat (obyektif) gambaran Nabi Saw.

لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى 18. Sungguh, Beliau telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.

Sikap kita (walau tidak mengalami Mi'raj) adalah mengimani apa yang dibawa, disaksikan, diceritakan oleh Nabi Saw, yang merupakan Ayat-ayat besar. Dengan keyakinan tersebut menjadi motivasi dalam beribadah. Agar tidak sempit cara pandang kita dalam hidup ini, dengan hanya mengejar materi yang kecil. Allah perlihatkan gambaran anugerah besar bagi yang meyakininya.

Semoga Allah memberikan rezeki diperjalankan ruhani agar menyaksikan/menikmati Ayat-ayat Allah yang besar.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 5 Maret 2021/21 Rajab 1442 H