KAJIAN

ARTIKEL


JANGAN BERSANDAR KEPADA AMAL




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Dzikrul Makhsus

Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari, yang berguru kepada Syekh Abul Abbas al Mursi (murid Syekh Abul Hasan Asy Syadzili), menuturkan di Kitab Al Hikamnya:

مِنْ عَلاَمَاتِ الإِعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِ الزُّلَلِ

Sebagian dari tanda-tanda orang yang i`timad (menyandarkan diri) pada kekuatan amal usahanya adalah berkurangnya pengharapan terhadap rahmat dan pengampunan Allah ketika ia terpeleset berbuat suatu kesalahan (dosa).

Kita diperintahkan beriman dan beramal saleh, tapi tidak boleh menyandarkan kepada amal ibadah atau pahala-pahala di baliknya. Maka sandarkanlah kepada Allah dengan Rahmat dan Kemurahan-Nya yang tanpa batas. Itulah yang disebut orang yang telah makrifat. Adalah suatu kebodohan jika menyandarkan kepada amal sendiri.

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ (( لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ )) . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ (( لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah Ra berkata, ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga." "Engkau juga tidak wahai Rasulullah?", tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, "Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak akan memasukkan ke surga amal seseorang, kecuali dengan Rahmat Allah. Sebab amal seseorang itu teramat jauh dibandingkan dengan Rahmat Allah yang luas dan besar yang sudah Allah persiapkan di surga nan abadi. Belum beramal sudah masuk surga (bayi). Ada yang baru ibadah hanya 5 tahun, tapi balasannya tak terbatas. Bahkan ada yang sudah membunuh 100 orang masuk surga. Seluruh ibadah buat kebahagiaan (diri). Maka tingkatkan kualitasnya untuk bekal.

Abu Bakar ash Shidiq Ra berkata, 'Letak Rahmat Allah berada di dalam amal saleh. Dan murka-Nya ada dalam kemaksiatan.

Dengan bersandar kepada Allah, walaupun jatuh dalam dosa kita akan bangkit lagi. Ketika gagal tidak akan kecewa atau berkurang harapan kepada Allah. Ada suatu ungkapan, "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda".

Ketika malaikat mencabut nyawa maka malaikat berkata, "masuklah ke dalam surga sebab amal kalian". Apakah ini bertolak belakang dengan hadis tadi? Ayat-ayat semacam itu baru satu pihak dari sisi Allah, di mana Allah menghargai kepada amal-amal hamba-Nya. Etika hamba kepada Allah dalam mendudukkan amalnya bersandarkan pada ayat berikut:

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ "Apa-apa yang menimpamu berupa kebaikan maka itu karena sebab (berasal dari) Allah". (Sebaliknya) "apa-apa yang menimpa berupa keburukan maka itu (datangnya) dari dirimu sendiri". (Q.S. An Nisa: 79)

Kampoeng Futuh, 18 Maret 2021 M/ 5 Sya'ban 1442 H