KAJIAN

ARTIKEL


ZAKAT TAREKAT




idrisiyyah.or.id | 

Segala sesuatu berpasang-pasangan. Demikian pula zakat, ada zakat syariat dan tarekat. Zakat syariat, berupa mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki/didapat. Adapun zakat tarekat adalah mendoakan orang-orang yang beriman, baik yang masih hidup atau sudah wafat,

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيْمٌ.

"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara ka-mi yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguh-nya Engkau Penyantun lagi Penyayang". (Q.S. Al Hasyr: 10)

Demikianlah yang dilakukan para Wali Allah. Hati Wali Allah itu bagaikan emas, ia tidak mendoakan dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain. Apalagi pemimpinnya, akan memperhatikan nasib kaum/umatnya. Mereka mengikuti jejak Penghulunya, Nabi Muhammad Saw yang selalu teringat umatnya, "Ummatii, ummatii, ummatii". Kebaikan inilah yang tidak diketahui oleh orang banyak, tetapi di sisi Allah merupakan pembela (yang mendoakan) umat.

(Sumber: IBARAT, Kumpulan Perumpamaan Sufistik, Syekh M. Fathurahman, M.Ag) - @MK_IDRISIYYAH