KAJIAN

ARTIKEL


ILMU YANG BERMANFAAT (NAFI')




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Kajian Ahad, 11 Juli 2021

Nabi Saw pernah berdoa, Ya Allah berilah kami ilmu yang bermanfaat dan aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', perut yang tidak pernah kenyang, dan doa yang tidak pernah dikabulkan.

Tanda Ilmu Nafi' adalah:

Pertama: Ilmunya menjadi petunjuk Allah. Imam Al Ghazali mengungkapkan, 'barang siapa yang bertambah ilmu tapi tidak bertambah petunjuknya maka tiadalah ia bertambah kecuali semakin jauh dari Allah.' Walau ilmunya umum, seperti matematika tapi jika menambah dekat kepada Allah maka ia bermanfaat. Walau ilmu fiqih tapi jika tidak menambah dekat maka ia tidak bermanfaat.

Sejalan dengan perintah Allah, orang beriman diperintahkan setiap waktu, 'Tunjukilah jalan yang lurus'. Petunjuk Allah adalah perkara yang besar. Salah satunya dengan ilmu yang bermanfaat yang membawanya kepada petunjuk.

Kedua, bertambah keimanan dan keyakinan. Allah berfirman, 'Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat'. Keyakinan seiring dengan bertambahnya ilmunya.

Imam Nawawi dalam Nashaihul Ibad mengatakan, لا غُرْبَةَ لِلفَاضِلِ وَلا وَطَنَ لِلجاهِلِ Tidak akan asing orang yang memiliki ilmu. Tiada kampung halaman bagi orang yang bodoh. Orang yang berilmu membawa lentera bagi sekelilingnya. Di mana saja orang yang diberi keutamaan dimuliakan manusia. Dan orang yang bodoh menjadi terasingkan meski di negeri sendiri.

Mesantren bukan sekadar mesantren tapi mendapatkan ilmu yang menimbulkan petunjuk serta membentuk karakter positif. Akhlak adalah watak yang melekat pada diri, bukan rekayasa. Penghujung ilmu adalah akhlak Karimah (komprehensif). Tiadalah orang yang hebat melainkan di kala kesendirian hatinya tunduk kepada Allah. Ia wara (apik). Ia merasa cukup ditatap Allah.

Ketiga, menambah takut kepada Allah. Firman Allah: 'Sesungguhnya orang yang paling takut kepada Allah adalah Ulama (orang yang berilmu)'. (Q.S. Fathir: 28) Sesungguhnya Allah lebih dekat dari urat leher.

Manusia menganggap wabah Corona tidak ada kaitannya dengan Allah sehingga tidak membuatnya ingat kepada Allah. Cara melepaskan diri dari wabah adalah mengakui dosa-dosa kepada Allah, seperti yang dilakukan Nabi Yunus As.

Asbab kisah Nabi Yunus ditelan ikan paus adalah kapal yang ditumpangi oveload, sehingga dilakukan undian siapa yang harus diceburkan ke laut. Nabi Yunus secara kebetulan terpilih, dan ia diceburkan ke laut. Ketika ia ditelan ikan paus, Nabi Yunus As merasakan kegelapan di malam hari, perut ikan, dan dasar lautan. Nabi Yunus As akhirnya mengakui dosanya, ia berdoa: laa Ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin. Ikan paus merapat ke pantai dan mengeluarkan Nabi Yunus As. Kaumnya yang telah menolak dakwahnya mencari-carinya.

Ilmu yang tidak bermanfaat itu berarti tidak bertambah petunjuk, keyakinan dan takut kepada Allah. Ilmunya menjadi stempel kejahatan, menipu orang lain.

@MK_IDRISIYYAH Kampoeng Futuh, 1 Dzulhijjah 1422 H/11 Juli 2021 M