KAJIAN

ARTIKEL


SHOLAT DALAM PERSPEKTIF ILMU TASAWUF




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Dzikrul Makhsus

Sholat, syariat Islam yang telah ditetapkan bagi umat Rasulullah Saw sebagaimana telah difardhukan bagi umat-umat sebelumnya.

Dalam Kitab Hikam, Syekh Ibnu Athoillah As Sakandari mengatakan bahwa hikmah shalat dalam perspektif tasawuf adalah:

1. Sholat adalah pembersih (penyuci) bagi hati dari kotoran-kotoran dosa. Setelah ayat pertama yang diterima oleh Rasulullah Saw adalah perintah qiyamul lail (sholat malam). Kenapa Nabi Saw diperintahkan sholat malam sebelum datang perintah sholat 5 waktu? Karena sholat adalah pembersih hati dari kotoran dosa. Perintah sholat adalah bentuk ibadah yang bersifat khusus, ada syarat dan rukunnya.

Syarat sholat adalah:

- Harus dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar. Umat Islam minimal sehari semalam 5 kali berwudhu. Bisa sebagai penangkal virus corona.

- Badan dan tempat sholat juga harus suci dari najis.

- Harus menutup aurat. Al Qur'an menyatakan, "Khudzu dzinatakum inda kulli masjid" (pakailah perhiasannmu (pakaian yang baik) ketika masuk ke dalam masjid). Nabi Saw bersabda, "pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, sebagaimana ketika kalian mengkafani mayit".

- Menghadap kiblat.

- Memenuhi rukun sholat dari mulai takbiratul ihram sampai salam.

2. Sholat adalah kunci pembuka pintu keghaiban. Banyak misteri-misteri dalam kehidupan ini. Kalau sholat ditegakkan maka Allah bukakan sebagian dari rahasia-Nya bagi yang menjalankannya dengan benar. Allah bukakan (informasikan) sesuatu yang rahasia. Kematian adalah salah satu misteri keghaiban dalam kehidupan ini. Rahasia keghaiban dibukakan bagi orang yang dikehendaki. Salah satunya adalah diberi tahu kapan ajal kematiannya. Apa manfaatnya? Semakin bersiap ketika menuju kematian. Contoh, ketika santri paskibra melakukan latihan berminggu-minggu hingga malam hari. Padahal realitanya upacara pengibaran bendera maksimal hanya 30 menit. Itulah gambaran kematian yang hanya beberapa detik tapi persiapannya dimulai dari sekarang.

Dunia ini adalah tempatnya ujian dan fitnah. Jangan merasa tenang-tenang. Lakukan persiapan. Karena akhirat adalah darul jaza' (tempat pembalasan). Sholat sunnah diberjamaahkan adalah cahaya di atas cahaya. Tujuannya adalah untuk memberikan bimbingan.

3. Sholat itu media bermunajat kepada Allah. Munajat maknanya curhat atau berbisik-bisik kepada Allah. Maka dalam setiap rakaat diwajibkan membaca surat Al Fatihah, karena isinya adalah munajat kepada Allah. Diawali dengan pujian kita kepada Allah. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

4. (Raja) Pemilik hari pembalasan

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

5. Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

6. Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang tersesat.

Hati harus benar-benar menghadap kepada Allah dan benar-benar khusyu. Sholat adalah sumber penyucian, di mana hati dicuci oleh Allah SWT. Di dalam sholat Allah luaskan medan/lapangan rahasia-rahasia-Nya. Dan terbit di dalam sholat itu Cahaya-cahaya Allah SWT. Terbitnya Cahaya Allah itu di dalam hati. Hati membutuhkan cahaya dan ia akan terbit, salah satunya lewat sholat.

Ketika Nabi Saw pertama mi'raj, perintah sholat 50 waktu. Sholat yang fardhu sehari semalam cuma 17 rakaat, karena Allah mengetahui kelemahan yang ada pada diri manusia.

Nabi Saw berkata kepada Bilal "relaksasikan aku dengan sholat". Ketika urusan dunia membuat penat dan sebagainya, maka relaksasikan dengan sholat.

Sholat fardhu sedikit rakaatnya, Allah mengetahui kebutuhanmu, maka Allah perbanyak pahalanya di dalam sholat tersebut. Dunia itu sempit, tapi akhirat tidak terbatas. Maka di akhiratlah balasan bagi orang-orang yang menjalankan sholat. Dunia bukan tempat Allah untuk membalas, tapi di akhirat Allah balas setiap perbuatan manusia berlipat-lipat.

Barangsiapa yang bertasawuf tanpa fiqih, maka ia zindiq, Barangsiapa berfiqih tanpa tasawuf, maka ia fasiq, Barangsiapa menjalankan keduanya, itulah yang benar.

Kesimpulan

Sholat adalah sebagai:

1. Pembersih dan penyuci hati

2. Kunci Pintu Keghaiban

3. Media Munajat kepada Allah

4. Sumber Penyucian

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 26 Agustus 2021