KAJIAN

ARTIKEL


SIKAP KAUM SALAFI TERHADAP AJARAN TASAWUF




idrisiyyah.or.id | 

Sekelompok kecil orang menyebutkan bahwa ajaran tasawuf adalah sesat. Tudingan tersebut dibantah oleh Dr. Abdul al Hafizh Al Makki yang melakukan penelitian dan dituangkan dalam kitabnya, Mawqif Aimmah al Harakah as Salafiyyah min as Shufi wa At Tashawuf (Pandangan Imam-imam pergerakan Salafi tentang Sufi dan Tasawuf).

Ada 7 imam harakah salafiyah yang diambil sebagai dasar penelitian,

1. Imam Ahmad bin Hambal

2. Imam ibnu Taimiyyah

3. Imam al Dzahabi

4. Syekh Ibnu Qayyim al Jauziyyah

5. Imam Ibnu Rajab al Hambali

6. Imam Ibnu Katsir

7. Imam Muh. Abd. Wahab

Propaganda mereka yang menganggap bahwa ajaran tasawuf itu sesat gencar sekali. Mereka ada yang menyatakan tasawuf bersumber dari Yunani, atau berasal dari agama Budha. Propaganda di atas disesalkan karena mengatasnamakan salafi.

Padahal menurut penelitian tersebut pengamal tasawuf itu ternyata tidak demikian. Bahkan di antara mereka adalah orang-orang yang ahli dalam ilmu-ilmu agama yang benar.

Pembagian disiplin ilmu itu sudah jelas. Sehingga ada istilah pakarnya: al muhaditsin: ilmu hadis, fuqoha: ilmu fiqih, mutakallimin: ilmu kalam, Muarrikhin: ilmu sejarah.

Dalam penelitian ini sangat jelas dan membantah pendapat-pendapat orang 'salafi' yang mengaku Salafi.

Kita jangan ikut-ikutan menuding seperti mereka. Kalaupun ada yang tidak sama, harus saling menghormati.

Dalam salah satu kitabnya Majmu'atul Fatawa Syekh Ibnu Taimiyyah justru meneliti di zamannya bahwa sufi itu terbagi tiga:

1. Shufiyatul haqaiq, ahli sufi yang benar (asli), yang berpegang kepada Quran dan Sunnah.

2. Sufiyyatul Arzaq, sufi yang membahas tasawuf tapi hatinya tamak dan berharap kepada dunia.

3. Shufiyyatul Arsam sufi hanya penampilannya saja. Bersurban, tapi ilmu dan hatinya tidak menunjukkan seorang sufi yang hakiki. Jadi tidak semua sufi itu salah menurut Ibnu Taimiyyah.

Di zaman sekarang mungkin sudah lebih dari 3 kategori. Ada sufi tapi sombong dan berpenyakit hati lainnya.

Imam Syafi'i pernah mengeluh kepada gurunya imam Waqi'. "Wahai guruku kenapa hafalanku rusak, dan susah menghafal..." Gurunya menjawab, 'engkau harus meninggalkan kemaksiatan'. Karena ilmu itu adalah cahaya, membuat hati tersingkap.

Tasawuf itu kebutuhan. Sebab tasawuf lah yang membahas tentang hati. Tasawuf yang membangkitkan hati. Jangan sampai bertambah ilmu tapi bertambah jauh dari Allah.

Wajah orang yang membenci ilmu tasawuf itu wajahnya penuh kebencian. Merasa paling benar dan membuat kelompok selainnya salah semua. Merasa dirinya dan kelompoknya paling mulia, yang lain hina. Itulah Al Kibru sombong. Penyakit hati ini juga bisa timbul karena merasa paling banyak ibadahnya.

Cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat. Ia kontroversi atau berlawanan dengan maksiat. Terang dan gelap tidak akan bersatu.

Kesimpulan:

Tudingan yang mengatakan bahwa tasawuf itu adalah sesat atau batil atau diluar ajaran islam, maka justru dari 7 ulama pergerakan Salafi yang telah diteliti mengatakan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang mengatakan demikian. Justru tasawuf itulah yang bersumber dari ajaran Islam.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 5 Safar 1443 H/12 September 2021