KAJIAN

ARTIKEL


SHALAWAT IDROKIYAH MENGHADIRKAN RASULULLAH PASRAH PADA ALLAH




idrisiyyah.or.id | 

الصَّلاَةُوَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللَّه، قَدْضَاقَتْ حِيْلَتِي اَدْرِكْنِيْ يَا رَسُوْلَ اللّه

Artinya : Shalawat dan salam atas engkau, Yaa Rasulullah! Telah sempit daya upayaku, sampaikanlah maksud yaa Rasulullah.

Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, dalam kesempatan Zikir Makhsus Kamis malam Jum'at awal September menginstruksikan kepada murid-muridnya agar membaca Shalawat Idrokiyah. Bacalah shalawat idrokiyah rutin terutama bada shalat Tahajud, "Bacalah agar kita bisa keluar dari tekanan!" ujarnya.

ASAL USUL

Shalawat ini diajarkan oleh Rasulullah ﷺkepada Mufti Damskus al 'Allamah Hamid Afandi al 'Imady. Situasi pelik politik Damaskus membuatnya terjepi. Posisi Beliau sebagai tameng umat Islam harus berhadapan dengan arogansi Penguasa Damaskus. Menteri menteri Damaskus, mengancamnya agar tidak mengganggu 'stabilitas' negara. Tekanan ini begitu keras, hingga membuatnya tak bisa tidur memikirkan umat. Sungguh malam kelam yang menjebaknya dalam kebingungan. Setiap hari tekanan semakin dahsyat, Dalam tidurnya ia bermimpi melihat Rasulullah ﷺ, memberi rasa aman kepadanya dan mengajarkan shegat shalawat idrokiyah. Dengan izin Allah SWT, hadirlah solusi. Terbukalah jalan, hilanglah kebuntuan dengan barakah Nabi ﷺ.

SANAD

Shalawat ini bersilsilah yang tersambung kepada Imam Ibn Abidin, dan ia pernah membaca shalawat tersebut 200 kali ketika terjadi fitnah besar di Damaskus setelah selesai di baca 200 kali maka datang laki laki memberi kabar bahwa fitnah tersebut telah berakhir.

Shalawat ini juga dikuatkan oleh Syaikh Abdul Qadir al Baghdadi ash Shiddiqi dengan bilangan 300 kali dan dalam kondisi yang sangat berat di baca 1000 kali.

PENGALAMAN SYEKH AKBAR ABDUL FATTAH

Shalawat Idrokiyah menjadi populer di Tarekat Idrisiyyah, Kisahnya ketika Syekh Akbar Abdul Fattah mencari Wali Mursyid. sebelum menjadi mursyid beliau mencari mursyid sampai ke Makkah untuk berguru kepada wali Mursyid pada masa itu yaitu syaikh Ahmad syarif as Sanusi. Syahdan, beliau di hadang oleh begal padang pasir. Tak hanya sekali kejadian ini menimpa. Menurut ceritanya Penyamun menghadang sebanyak 2 kali. Ketika itu beliau memberi aba-aba agar menyuruh rombongan untuk melemparkan segala perbekalan sebagai bentuk pasrah kepada Allah SWT. Lalu Syekh Akbar Abdul Fattah membaca shalawat idrokiyah sebanyak tiga kali. Seketika panas yang sangat melanda tenggorakan penyamun-penyamun itu. Mereka melolong berteriak meminta, agar Syekh dari jawa itu menghentikan bacaannya.

KAIFIAT

Bacaan shalawat Idrokiyah, ibarat ajian pamungkas yang dikeluarkan saat tekanan pertarungan mencapai puncaknya. Shalawat ini mengundang langsung ruhani Rasulullah ﷺ agar hadir mengusir musuh (masalah) kita. Mengapa disebut senjata pamungkas? SHALAWAT IDROKIYAH menghadirkan ruhani Rasulullah ﷺ disatu sisi dan disisi yang lain pasrah pada Allah. Ketika tekanan semakin berat dan daya upaya sudah habis, mentok di titik nol. Tak ada jalan keluar, buntu! Intinya adalah kepasrahan total pada Allah SWT, Seperti yang dipraktekkan oleh Syekh Akbar Abdul Fattah, membuang semua perbekalan, hingga pasrah benar-benar total 1000 persen pada Allah SWT.

Tandas! Murni! Bulat! TOTAL!

Pasrah: tanpa ini bacaan seberapa kali banyaknya pun tak akan ada artinya.