KAJIAN

ARTIKEL


MEMAHAMI HADIS PERPECAHAN UMAT




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Dzikir Makhsus

Ada hadis yang terkenal:

افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفَرَّقَتْ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

"Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 firqah, Nasrani terpecah menjadi 71 atau 72 firqah, dan umatku akan terpecah menjadi 73 firqah. Semua mereka di neraka kecuali satu millah." Mereka berkata, "Siapa dia, ya Rasulullah?" Beliau bersabda, "Apa yang aku dan para sahabatku di atasnya." (Hadis tentang ini diriwayatkan oleh Al Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Ad Darimi dengan lafazh berbeda-beda)

Makna مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي adalah orang yang ada di atas perumpamaan apa-apa yang aku bijaki dan para sahabat".

Yang perlu dipahami di sini adalah bukannya terpecah umat Islam, atau agama Islam. Tapi terpecahnya umat manusia secara keseluruhan. Di mana pada zaman sekarang seluruh manusia merupakan bagian dari umat Nabi Saw yang diutus di akhir zaman. Mereka adalah ummatud dakwah: umat yang mendapatkan seruan dakwah Islam. Inilah yang 73 golongan. Adapun ummatul istijabah: umat yang menjawab panggilan dakwah. Merekalah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sedangkan Rasulullah Saw diutus bukan hanya untuk 1 kabilah, tapi untuk seluruh umat manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, dari dahulu hingga sekarang.

Diceritakan dalam hadis: Ada seseorang di padang mahsyar yang ditimbang amalnya, lebih berat amal keburukannya dibanding amal kebaikannya. Menangislah ia. Ketika ia menangis ia melihat catatan amalnya (bitokoh), jatuh ke timbangan amal solehnya, dan mendadak amal timbangannya menjadi berat amal solehnya. Ia sangat senang sekali. Ketika ia melihat bitokoh itu, ia melihat ada tulisan 2 kalimat syahadat.

Demikian itu menunjukkan betapa tinggi dan mahalnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Oleh karenanya janganlah mengkafirkan orang telah mengucapkan 2 kalimat syahadat. Karena kalimat itu begitu mulia dan berat amal timbangannya.

Jangan berpecah-belah antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Jangan duduk dalam majelis yang memecah-belah, mencibir, menghinakan kelompok yang berbeda pemahamannya. Tapi carilah majelis yang menyebabkan perpecahan menjadi persatuan. Umat yang selamat yang 1 golongan adalah umat yang semisal (seumpama) keadaannya seperti aku (Nabi Saw) dan para sahabat.

Syekh Abdus Shomad Al Palembangi mengatakan, "Seorang mursyid dan para muridnya adalah seperti Nabi Saw dan para sahabatnya".

Ummatan wahidah yang dijamin masuk surga adalah umat yang berada di bawah bimbingan para mursyid.

Nabi bersabda, "Al Ulama warosatul anbiya". Ulama adalah pewaris para Nabi.

Sabda lainnya, "fa'alaikum bil jama'ah". Wajib kalian berjamaah. Sedangkan berjamaah itu ada imamnya. Seperti sholat bershaf-shaf yang banyak tapi harus ada imamnya yang satu. Walaupun banyak shafnya kalau tidak ada imamnya bukan disebut sholat berjamaah, tapi sholat masing-masing.

Ruhani itu perlu dibimbing. Ruhani akan berkembang kalau dibimbing oleh 'Abu Ruh' bapak ruhani (mursyid). Kalau manusia yang hidup hanya fisiknya saja maka Kerjanya hanya "hardolin".

Ruhani harus berinteraksi (hidup) dengan ruhani lagi. Para malaikat ada di sekeliling kita, dan hanya akan dirasakan oleh ruhani yang hidup.

Nabi Saw di usia 40 tahun bolak-balik ke gua Hiro untuk melakukan adaptasi berhadapan dengan ruhani lagi. Menjauhi dari keramaian, mengasingkan diri, puasa, dzikir, bertafakur itulah yang dilakukan. Sampai akhirnya bertemu dengan malaikat Jibril As.

Dzikir Nabi dan para Sahabat seperti pohon yang bergoyang tertepa angin. Tubuhnya bergetar matanya meneteskan air mata karena takut kepada Allah.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 30 September 2021