INFO TERKINI

ARTIKEL


KREATIFNYA IBU-IBU PERANAN WANITA IDRISIYYAH




idrisiyyah.or.id | 

Muslimah Idrisiyyah memanfaatkan lahan yang tidak layak bangun karena di jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) untuk menanam sayur-sayuran, lahan kosong jadi manfaat untuk Tarekat 

  Idrisiyyah | Peranan Wanita - Ibu-ibu Tarekat Idrisiyyah tak mau ketinggalan dengan suami mereka. Dikoordinir Divisi Peranan Wanita Idrisiyyah mereka melakukan aktivitas positif bercocok tanam. Memanfaatkan lahan kosong perumahan Kampung Hijrah Residence (KHR), Cisayong, mereka menanam sayuran. 

Ustadzah Dewi Permana menuturkan, aktivitas ini memanfaatkan lahan yang tidak layak bangun karena di jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi).

“Rencananya akan kami tanami Pepaya California, tapi sekarang ditanami kacang tanah dan jagung dulu menunggu bibit pepaya siap ditanam,” terangnya kepada Salman Al Farizi dari Marcomm Idrisiyyah yang mewawancarainya.

Sekretaris Peranan Wanita Tarekat Idrisiyah itu menambahkan, luas lahannya sekitar 1000m⊃2;. Lahan mulai digarap pada Januari 2020. Penanaman pertama pada 29 Februari 2020. Jadi Sabtu (7/3) ketika wawancara berlangsung merupakan  penanaman kedua.

“Kami (Divisi PW) tak mau kalah dengan bapak-bapak, jadi kami olah lahan tersebut. Karena lahan tersebut kan jalur SUTT yang tidak bisa dibangun,” ujarnya.

Tampak, Meski harus berkotor-kotor ria dengan tanah dan debu ibu-ibu tampak ceria dan bersemangat. Nyaman saja beraktivitas dengan busana muslimahnya. Bertani tak menjadi alasan bagi mereka untuk tidak melaksanakan kewajiban menutup auratnya dari pandangan mata yang bukan mahramnya. 

Mereka tunjukan cadar dan jilbab lebar tak mengganggu aktivitas, bisa memberikan manfaat bagi Tarekat. Lahan seluas itu mereka tanami aneka sayuran seperti: jagung, kacang tanah, kunyit dan sereh. 

“Untuk partai besar dijual ke pemborong, insya Allah jamaah juga bisa membeli,” ujar Dewi Permana, ibu dua orang anak ini.

Tak lupa, hasil panennya disumbangkan untuk pesantren. Divisi Peranan Wanita Idrisiyyah berkomitmen akan terus memberikan peran untuk membantu perjuangan agama Islam melalui Tarekat Idrisiyyah. 

Secara kreatif beragam aktifitas positif dan bermanfaat pun dikemas sehingga cocok untuk Ibu-ibu. Ustadzah Dewi mengucapkan terima kasih juga kepada banyak pihak yang ikut membantu, wabil khusus tentu kepada KHR.  Program ini berjalan karena dukungan dari pihak KHR.

“Kami iringi keikhlasan hati beramal semata-mata mengharap keridhoan dari Allah dan izin Guru Mursyid,” pungkasnya. [|]