SENI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag • 02 Oktober 2024

SENI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Hingga saat ini banyak terjadi pro kontra terhadap masalah seni dari sudut pandangan agama. Ada yang menganggap seni adalah bagian dari dunia yang membuat orang terlena. Sebagai contoh adalah musik dipandang oleh para pengamat agama yang kritis menganggapnya sebagai adopsi dari budaya non Islam sehingga dihukumi haram.


Islam sejak lama tidak bisa dipisahkan dari seni atau musik. Lihatlah bagaimana penduduk Madinah ketika menyambut kedatangan Nabi Saw, mereka ekspresikan dengan alunan syair dan tabuhan rebana. Nabi Saw bahkan tidak melarang sekelompok orang untuk menyanyi dan menari di hari-hari besar.


Pengaruh musik sebagai bagian integral dari sifat manusia tidak dapat dihindari. Kita harus memanfaatkan pengaruhnya, bukan menyingkirkannya. Hanya saja pentingnya musik adalah untuk semakin mendekatkan diri, bukan untuk melenakan sehingga tidak menambah nilai dzauq (rasa) indahnya Keagungan Allah atau indahnya Islam.


Islam menjadi indah ketika unsur seni menjadi salah satu nilai yang menambah keindahan dan keagungan agama. Kita melihat betapa indahnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Keduanya melambangkan kemegahan dan keindahan Islam. Kemajuan agama dalam sejarah selalu diiringi dengan syiar seni di dalamnya. Bangunan-bangunan Indah menjadi saksi kejayaan sebuah negera.


Seni adalah ekspresi keindahan. Allah adalah Maha Indah dan menyukai hal-hal yang indah. Manusia secara alami menyukai keindahan. Oleh karena itu gunakanlah seni untuk menggapai Allah Al Jamal, Yang Maha Indah, dan bukan keindahan yang justru menjauhkan kita dari-Nya.