APA KATA MEREKA TENTANG TASAWUF
Ustadz Luqman Al-Hakim • 30 September 2024
Syekh Abdul Wahid Yahya (w. 1951 M)* mengatakan,
Jika seorang sufi sudah menyelami dunia tasawuf, ia akan semakin memahami pentingnya syariat. Sufi akan lebih mampu memahami hakikat syariat daripada orang yang hanya menjalankan syariat. Bagaimana bisa menjalankan syariat tetapi tidak menempuh tasawuf. “Karena seorang sufi hidup dalam sisi ruhani syariat.”
Kemudian beliau membandingkan ulama dengan sufi dalam hal kepatuhan terhadap syariat. “Jika pengakuan ulama akan ketaatannya tidak diakui sebelum ia menjadikan syariat sebagai kendali hidupnya, maka lebih-lebih lagi dengan sufi; ia tidak layak menyebut dirinya sufi sebelum syariat menjadi acuan hidupnya.”
Dengan demikian, syariat adalah aturan yang harus dijalankan baik oleh sufi maupun yang bukan sufi. “Orang-orang yang ingin menempuh jalan sufi tidak akan mampu mencapai fase pertamanya jika tidak benar-benar menaati syariat.”
Barangsiapa tidak menjalankan syariat, baik dalam ucapan maupun perbuatannya tidak akan mampu mencapai jalan sufi.
(Kitab Risalah Muhimmah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag)
* Nama aslinya adalah Regnier, lahir dan tumbuh di Perancis. Masuk Islam kemudian mengganti namanya menjadi Abdul Wahid Yahya. Keislamannya melahirkan revolusi besar dan menarik banyak orang untuk ikut masuk Islam. Orang-orang yang masuk Islam tersebut pada mulanya adalah anggota jemaat gereja Katolik di Perancis dan Swiss. Regnier mendukung tasawuf. Dalam salah satu keterangannya, ia menjelaskan bahwa dunia spiritualitas Krsiten tidak seagung dengan tasawuf Islam. Dinukil dari kitab Muqaddimah Al Munqidz min Adh Dhalāl, karya Prof. Dr. Abd. Halim Mahmud.