FENOMENA WALI MAJDZUB
Ustadz Luqman al-Hakim • 27 September 2024
Sayid Abdullah bin Alwi al Haddad Rhm berkata, "Sesuatu yang paling memadaratkan bagi murid adalah punya cita-cita mencari karamah". Syekh Ibnu Athaillah Rhm berkata, "Kuburlah dirimu di tanah yang paling dalam sehingga tidak dikenal orang". Para Ulama Sufi memberikan pengajaran buat orang yang belajar tasawuf untuk tidak mencari popularitas atau dikenal. Karenanya hati harus selalu terjaga dari 'syahwat' ingin dikenal.
Ajaran tasawuf ini adalah ajaran yang sering disalahpahami. Kesalahpahaman terjadi bukan di kalangan awam saja, tapi juga orang yang berilmu (para ustadz/Kiyai). Contohnya dalam memahami wali majdzub yang belakangan ramai dibicarakan.
Di luar sana banyak orang diakui sebagai wali Allah, tapi kelakuannya seperti orang gila. Penampilannya kotor, jorok, tidak mencerminkan keindahan Islam. Citra wali Allah dan tasawuf dikesankan demikian. Kondisi seperti itu malah mengotori dan merusak kesucian Allah. Sepertinya mudah sekali memberikan stempel 'wali majdzub' kepada orang yang dianggap aneh dan nyeleneh. Menyematkan sesuatu yang bukan haknya akan berbahaya. Hal-hal seperti itu jangan diumbar di medsos yang menjadi ranah umum. Tapi harus ditanyakan kepada ahlinya (Wali Mursyid).
Di masa sekarang pun banyak orang mudah berkata 'saya mimpi bertemu Rasulullah', 'saya bermimpi bertemu malaikat Jibril', saya mengalami ini itu, dan ke depannya jangan-jangan ada yang mengaku bertemu Allah. Hal-hal semacam itu bisa menjadi hal yang memadharatkan baik yang berucap maupun yang mendengarnya.
Karenanya untuk menjaga hal-hal yang dapat memancing perdebatan yang kurang sehat di tengah umat, kalau ada yang bilang 'seseorang itu wali majdzub atau qutub' dan lain-lain maka kita no comment (tidak berkomentar apapun), serahkan hal itu kepada Allah.
Sebagaimana sudah menjadi pemahaman umum bahwa barang mahal tidak bakal diobral (pamer), tapi disembunyikan. Seperti tukang batu akik yang memajang batu mulia etalase dan dihias lampu yang bersinar-bersinar, ternyata itulah yang murah. Tapi batu yang berkelas (mahal) itu disembunyikan di dalam lemari brankas. Yang tak bisa dijangkau oleh kebanyakan orang dan akan dikeluarkan pada momen tertentu saja.
Maka kebanyakan wali Allah itu tidak dikenal di bumi (sedikit sekali yang mengetahuinya) tapi terkenal di langit (majhulun fil ardh masyhurun fis sama'). Dan derajatnya tinggi di hadapan Allah. Wallahu A'lam.