KONSEP AGAMA TIDAKLAH RUMIT
Ustadz Luqman Al-Hakim • 17 September 2024
Suatu ketika di alam ruhani Syekh Akbar diberitahukan tentang satu kitab yang mencukupi keseluruhan ilmu zahir sehingga tidak membutuhkan berjilid-jilid kitab di lemari. Beliau diperlihatkan, ‘Tuh, cukup pakai kitab Fiqhus Sunnah!’ Dengannya disederhanakan lagi penjelasan hukumnya. Jika seandainya seluruh kitab-kitab yang ada dibuang atau dilebur, memadailah Fiqih Sunnah tersebut sebagai pegangan ilmu zahir. Sebab kitab-kitab turots yang tebal dan berjilid-jilid itu sering menjadi parameter keilmuan seseorang, dan akhirnya menjadi hijab (penghalang) mengenal sosok pewaris agama.
Selanjutnya Beliau berkata, 'Konsep agama itu sederhana dan tidaklah rumit. Apa sih yang menjadi kewajiban seorang muslim? Cukup shalat, menjalankan kehidupan yang benar, berkeadilan dan bertanggungjawab. Tidak perlu tafsir yang panjang-panjang apalagi sirah (sejarah) seperti Tarikh Baghdad, Siyar A’lam an Nubala', Tarikh Ath Thabari, dll. Capek-capek dan membuang waktu mempelajari biografi orang-orang terdahulu. Titik konsentrasi kita adalah mempelajari agama melalui figur Ulama yang telah diwariskan. Para Sahabat mudah mempelajari dan mengamalkan ajaran agama karena ada figur yang dicontoh dan diteladaninya'.
Berdasarkan hal tersebut, carilah hal yang utama dan terpenting sebelum menyibukkan kepada urusan yang lainnya yang tidak penting. Raihlah bahagia dengan pemandu perjalanan yang memudahkan, raihlah tangannya agar senantiasa terbimbing dan selamat hingga ke tujuan.
Salah satu Ulama besar mengatakan bahwa kebutuhan kepada mereka (sosok ulama Rabbani) lebih besar daripada kebutuhan badan terhadap ruhnya, mata terhadap cahayanya, dan ruh terhadap kehidupannya. Kepentingan dan kebutuhan apapun yang dibuat pengandaian, maka kepentingan dan kebutuhan terhadap para Rasul masih jauh lebih tinggi daripadanya. (Zadul Ma'ad, Syekh Ibnul Qayyim)