RABITHAH, MANA DALILNYA?
Ustadz Luqman Al-Hakim • 14 September 2024
Saat ini sering terjadi ada orang yang menanyakan apa dalilnya ketika dijumpai suatu amal atau perkara yang tidak dilakukan oleh Rasulullah Saw. Termasuk dalam hal ini Rabithah (الرابطة) yang dalam kajian tasawuf/tarekat menunjukkan hubungan atau ikatan karena mahabbah kepada Allah.
Tidak ada dalil spesifik berkenaan dengan Rabithah. Secara umum Allah hanya memerintahkan untuk mencari wasilah dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya. Firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung." (Q.S. Al Maidah: 35)
Perintah wabtaghu (وابتغوا) menunjukkan dalil yang umum. Perintah ini menunjukkan tidak ada media wasilah yang spesifik, dan bersifat umum. Karena belum ada, maka orang beriman disuruh mencarinya (dan Nabi Saw sendiri tidak memberikan bentuk yang rinci). Di sini orang-orang yang mencari wasilah dituntut untuk berinovasi dan berkreasi sebagaimana adanya kampus, lembaga pendidikan, bank, asuransi, rumah sakit, dsb. Keberadaan lembaga-lembaga semacam itu tentu belum ada di zaman dulu, dan hal-hal yang baru bisa menjadi wasail (sarana) dalam rangka menjalankan perintah Allah lainnya seperti menuntut ilmu, ibadah, bekerja, dll.
Rabithah (membayangkan seorang Mursyid) adalah sarana menuju kekhusyu'an dalam berdzikir. Karena diyakini bahwa Mursyid yang dibayangkannya itu adalah orang yang dekat kepada Allah. Dengan membayangkannya akan meraih kedekatan pula kepada-Nya. Hal itu sudah menjadi bagian fitrah manusia dan digariskan oleh petunjuk Nabi Saw agar dekat kepada orang-orang yang dekat kepada-Nya.
Di zaman Nabi Saw sudah ada rabithah, karena para Sahabat Ra merasakan terbayang-bayang oleh sosok Beliau Saw. Apa yang dialami Abu Bakar ash Shiddiq sehingga bayangan sosok Nabi Saw terbawa-bawa ke manapun, hal itu disebabkan karena dorongan rasa cinta (Al Hubb fillah). Dan orang-orang yang cinta akan membayangkan sosok yang dicintainya. Itulah rabithah dalam perspektif Tasawuf.
Rabithah bukanlah wilayah ibadah, tapi hanya sebatas media. Adapun media bisa berkembang di setiap masa. Maka jika ada yang menanyakan apa dalil khusus (rinci) tentang rabithah, maka sama halnya dengan menanyakan apa dalil khusus tentang dibangunnya Universitas, dll sebagaimana yang disebutkan sebelumnya. Cukuplah permasalahan rabithah dijawab dengan dalil-dalil yang bersifat umum.