DEGRADASI

Ustadz Luqman Al Hakim • 17 Oktober 2024

DEGRADASI

إِذَا تَمَّ أَمْرٌ بَدَا نَقصُهُ — تَوَقّع زَوَالًا إِذَا قِيْلَ تَمّ


“Ketika suatu perkara telah sempurna, maka tampaklah kekurangannya. Kesempurnaan suatu perkara akan lenyap jika dikatakan telah sempurna ” (Ibnu Abi Dunya).


Ungkapan ini terkenal karena terkait dengan turunnya ayat Q.S. Al Maidah: 3, tentang kesempurnaan agama.


Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq menangis ketika mendengar ayat tersebut, sementara sahabat lainnya bergembira. Ia mengunci diri di dalam kamarnya, dan menangis sejadi-jadinya. Para Sahabat bertanya-tanya, dan setelah ayat tadi dikonfirmasi maka keluarlah ungkapan di atas. Para sahabat baru tersadar hingga mereka pun ikut menangis. Konon menurut beberapa mufassir menambahkan keterangan bahwa gunung-gunung, batu, pepohonan ikut menangis, alam ikut merasa sedih karena hal tersebut.


Ketika orang-orang mengira bahwa sebuah bangunan yang diciptakannya sejak pembuatan pondasi, hingga berdiri tegak dan dilengkapi perabot rumah tangga di dalamnya, maka pencapaiannya terhadap bangunan rumahnya dianggap telah sempurna. Banyak orang yang gembira menyaksikan peresmian sebuah bangunan, namun tidak menyadari setelah kesempurnaan bangunan itu akan muncul kerusakan demi kerusakan. Baik secara alami atau human eror, bangunan itu akan berkurang kualitasnya. Begitu juga dengan barang lainnya seperti Hp baru, mobil baru, akan mengalami degradasi nilai.


Begitulah yang dirasakan Sayidina Abu Bakar Ra, ketika mendengar bahwa agama ini telah sempurna. Dengan dzauq makrifatnya yang mendalam ia memahami sesuatu yang tidak dipahami orang lain. Karena itu ia menanggung kesedihan sendiri di kamarnya. Ia merasakan ada sesuatu yang hilang di balik sebuah kesempurnaan agama. Maka benarlah firasat yang dirasakannya itu. Setelah ayat itu turun, beberapa waktu kemudian wafatlah Sang kekasih, Nabi Muhammad Saw dan berakhirlah masa Kenabian. Pasca kejadian itu kondisi umat mengalami berbagai ujian dan fitnah hingga ketiga khalifah Ar Rasyidin pun terbunuh. Sungguh kondisi yang menyedihkan.


Agama telah sempurna bukan berarti selesai bimbingan agama. Agama terpelihara hingga kini karena adanya sosok Ulama Rabbani pewaris Nabi. Ujian terbesar umat ini adalah tidak adanya pembimbing hakiki dalam hidupnya sehingga ia tidak mampu merubah kondisinya dari kegelapan menuju cahaya petunjuk-Nya, minaz zhulumati ilan nur.