Jejak Testimoni di Balik GAMIS
Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag • 20 Oktober 2024
Sepulang dari acara GAMIS (Gerakan Memakmurkan Masjid Maghrib Isya Subuh) di pagi hari, istri penulis berkenalan dengan seorang ibu yang mengaku datang dari Bekasi. Hal ini cukup mengejutkan karena kegiatan GAMIS sebenarnya diperuntukkan bagi jamaah Zawiyah pusat saja.
Sambil menunggu kendaraan pulang, ia bercerita bahwa ia 'terpanggil' untuk datang ke Galunggung setelah mendengar pada saat pengajian Zikrul Makhsus bahwa Syekh Akbar berlepas diri dari murid-murid yang tidak hadir di Galunggung. Mendengar hal itu, ia pun menangis dan merasa sedih karena khawatir tidak diakui sebagai murid. Ia bertekad untuk datang ke Tasik dengan naik bis sendirian. Akhirnya, ia berhasil mencapai lokasi dengan menggunakan kendaraan sewa bersama tiga orang lainnya.
Ibu yang belum berkeluarga ini telah menjadi murid sejak tujuh tahun lalu. Perjalanannya dimulai ketika ia melihat program Serambi Islami di TVRI. Di situlah ia merasakan sesuatu yang berbeda dari acara lainnya. Ia berkata, "Kok, yang ini beda." Ia tidak pernah mendengar ceramah dari kyai atau ustadz yang membuatnya menangis; ceramah tersebut juga mudah dipahami. Ketika ia mengunjungi majelis di Batu Tulis, ia datang saat acara pengajian Arbain telah bubar. Ia tidak tahu bahwa pengajiannya sudah selesai pagi-pagi, yang menurutnya tidak biasa. Kemudian, ia mendekati salah seorang pengurus dan menceritakan keinginannya untuk bertemu dengan Syekh Akbar sambil berlinang air mata.
Saat ia mengutarakan maksudnya, secara kebetulan Syekh Akbar melewati ruangan. Ia segera bergegas menemui Beliau dan menangis sejadi-jadinya sambil menumpahkan perasaannya saat itu juga. Apa yang selama ini ia idam-idamkan—bertemu sosok pembimbing—akhirnya terpenuhi. Ia pun datang ke Tasikmalaya pada even Qini Nasional dalam rangka mewujudkan keinginan tersebut. Alhamdulillah, selama tujuh tahun ia selalu menikmati bimbingan Syekh Akbar lewat pengajian Arbain di Jakarta dan pengajian di Tasikmalaya melalui streaming.
Galunggung, 19 Oktober 2024