Mengenal Lebih Dekat Abu Hurairah RA
MK IDRISIYYAH • 18 Desember 2024
Mengenal Lebih Dekat Abu Hurairah RA
Abu Hurairah RA lahir pada tahun 19 sebelum Hijriyah. Nama beliau sebelum memeluk Islam, menurut pendapat yang masyhur, adalah Abdusy Syam. Setelah memeluk Islam, beliau dikenal dengan nama Abdurahman. Beliau berasal dari suku Al-Dusi di Yaman dan memeluk Islam pada tahun ke-7 Hijriyah, saat Rasulullah SAW berangkat menuju Khaibar.
Abu Hurairah RA mendapatkan gelar "Abu Hurairah" karena kegemarannya bermain dengan anak kucing. Suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya kepadanya tentang apa yang ada di dalam lengan bajunya. Abu Hurairah kemudian memperlihatkan seekor anak kucing yang ia bawa. Dari situ, Rasulullah SAW memberinya gelar "Abu Hurairah," yang berarti "Bapak Kucing Kecil."
Beliau dikenal sebagai salah satu ahli suffah, yaitu sekelompok orang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Meskipun demikian, mereka tidak meminta-minta. Mereka meninggalkan rumah dan harta mereka di Mekkah dan tinggal di serambi Masjid Nabawi. Jumlah mereka sekitar 250 orang, yang dipimpin oleh Abu Hurairah RA.
Sebagai sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW, Abu Hurairah RA selalu berada di dekat beliau, ibarat kucing yang selalu mengikuti pemiliknya. Inilah yang menyebabkan beliau menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Abu Hurairah RA belajar langsung dari Rasulullah SAW dan turut memakmurkan masjid. Kehidupan sederhana para ahli suffah memungkinkan mereka untuk berada bersama Rasulullah SAW sepanjang waktu, menjalani rutinitas ibadah yang sangat disiplin, seperti shalat lima waktu berjamaah dan majelis dzikir bersama Rasulullah SAW.
Salah satu ayat yang menggambarkan kehidupan para ahli suffah adalah Surah Al-Kahfi ayat 28: "Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya." Waktu mereka dihabiskan untuk beribadah, mulai dari shalat subuh hingga Isyraq dan dari maghrib hingga Isya. Oleh karena itu, ahli suffah termasuk dalam kelompok pengamal ilmu tasawuf yang sangat mendalami kehidupan spiritual.
Abu Hurairah RA telah meninggalkan warisan besar berupa banyak hadits yang menjadi sumber ajaran bagi umat Islam hingga hari ini.