MENELAAH KONSEP ADAB MURID
Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag • 20 Desember 2024
Kajian Adab Murid kepada Guru jika dibaca dari sudut ilmu Aqidah sepintas memang terlihat ekstrim. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa point adab yang disebutkan, di antaranya menganggap seluruh pencapaian anugerah disandarkan kepada keberkahan Gurunya.
Sebenarnya ruang kajian adab tersebut berada dalam wilayah tatanan hubungan horisontal (hablum minannas), yang mesti dijalani agar tercipta hubungan baik (normal) antara sesama manusia berupa hak dan kewajiban.
Adalah penting membangun adab lahiriyah untuk mengukuhkan keberadaan Mursyid sebagai wasilah. Hal ini tidaklah bertolak belakang dengan masalah Tauhid, di mana masalah wasilah juga termasuk bagian dalam ajaran Islam.
Mereka yang hanya mengambil sudut pandang hubungan vertikal (kepada Allah saja) dalam kaca mata mereka semua manusia dianggap sama dalam pandangan Allah.
Dalam Al Quran dijelaskan bahwa Allah mengutamakan orang-orang tertentu dibanding lainnya. Nabi Saw diutamakan atas orang-orang mukmin lainnya, An nabiyyu awlaa bil mukminiin min anfusihim (Q.S. Al Ahzab: 6) Nabi Musa As memiliki kedudukan yang terhormat sehingga Allah SWT menyebutnya: wa kaana 'indallaahi wajiihaa (Q.S. Al Ahzab: 69)
Tidak adanya pengakuan terhadap pentingnya membangun adab lahiriyah ini akan melahirkan orang-orang yang bersikap arogan dan bermental ekstrim. Dengan pendirian tersebut tidak akan terjadi hubungan saling menghormati di antara sesama manusia yang memiliki hak strata sosial seperti hubungan murid dengan guru, bawahan dengan majikan, bahkan anak dengan orang tua.
Sikap tidak menghormati hingga menyepelekan tersebut justru akan merusak (mengacaukan) tatanan sosial (hablum minannas). Mereka mengisolasi orang-orang yang berseberangan dengan kelompok mereka dengan tudingan membid'ahkan, mengkafirkan, menyesatkan bahkan membunuh sesama umat Islam.
Mental seperti itu dibangun oleh konsep kekuatan vertikal saja, dan menafikan konsep hubungan horisontal (dalam hal ini mencakup adab sesama manusia, seperti adab murid kepada guru).