KHALWAT

Ustadz Luqman Al-Hakim • 20 Desember 2024

KHALWAT

Khalwat merupakan sebuah metode yang diterapkan oleh Mursyid untuk meningkatkan kualitas spiritual murid. Khalwat bukanlah bertujuan untuk mendapatkan hal-hal yang akan membuat terlena bagi si murid, seperti tersingkap tirai kegaiban, ingin meraih kekayaan atau jabatan dan kemasyhuran, mendapatkan informasi yang gaib, tapi tiada lain supaya hati si murid menghadap kepada Allah. Seorang murid harus mendapatkan izin khalwat dari Mursyidnya agar tujuan-tujuan lain yang lebih menghijab dirinya bisa disingkirkan.


Dengan khalwat hatinya akan lebih fokus dari sebelumnya. Biasanya hati murid yang sedang jauh tidak merasa khusyu’ dalam beribadah, lalai, rasa berat, malas, banyak gangguan, dan sebagainya. Melalui khalwat ia bisa beribadah berjamaah, bersama orang-orang yang ingat, menyempurnakan komimen wiridnya setiap hari, yang hal itu sulit dilakukan jika tidak mengkhususkan dirinya untuk berkhalwat.


Ia bisa merenung dan mengevaluasi dirinya. Betapa selama ini banyak alpa, malas, lalai, dosa dan lain-lain. Semakin hari akan terus bertambah dan sulit dihentikan tanpa mendapatkan arahan (bimbingan) Mursyidnya. Berapa banyak kewajibannya sebagai murid tidak bisa dipenuhi lantaran sibuk dengan urusan lain dengan makhluk. Shalat wajib berjamaah, menunaikan tahajud, membaca Quran, hadir di pengajian, shalat-shalat sunnah sering terlupakan. Dengan khalwat semua itu bisa ia jalani.


Dalam khalwat ia diajak belajar untuk senantiasa mengosongkan perutnya dengan berpuasa serta memelihara diri dalam keadaan bersih dan suci. Dengan melatih hal tersebut diharapkan setelah khalwat ia mampu menahan laju hawa nafsu dan tetap menjaga diri dalam kondisi bersih, suci dan lurus dalam menjalani kehidupannya.


Apa yang diperoleh berupa karunia ruhani dalam khalwat tidaklah ia ceritakan kepada siapapun melainkan gurunya. Dan janganlah beranggapan bahwa itu merupakan hasil ibadahnya selama khalwat, tapi hal itu semata-mata sepercik rahmat keberkahan Mursyid yang dilimpahkan kepadanya. Anggaplah selepas keluar dari khalwat ia seperti bayi yang baru dilahirkan, ia merefresh spirit ibadah kembali, tumbuh dan berkembang dalam kehidupannya yang baru.