Jangan Berkecil Hati

MK IDRISIYYAH • 22 Desember 2024

Jangan Berkecil Hati

Jangan Berkecil Hati


Sebagai seorang murid yang jauh dari Kalimantan, rasa rindu untuk bertemu dengan Mursyid adalah hal yang wajar. P. Supri, yang datang bersama istrinya ke Pengajian Arbain di Tasikmalaya, pun merasakan hal yang sama. Selain ingin menyampaikan kerinduannya, P. Supri juga membawa kabar baik dari Kalimantan. Ia menawarkan potensi lahan tambang batubara di sana untuk dikembangkan oleh Idrisiyyah. Sebagai anggota DPRD Kalimantan Tengah yang aktif, P. Supri yakin bahwa usaha tambang tersebut memiliki prospek yang baik.


Melihat banyak orang sukses di bidang pertambangan, P. Supri merasa sayang jika peluang ini dilewatkan begitu saja. Ia berharap Idrisiyyah dapat memanfaatkannya untuk memperluas ekonomi dan dakwah di Kalimantan. Syekh Akbar menyambut baik tawaran tersebut dan berjanji akan menyiapkan tim yang kompeten, termasuk tenaga pendidik dan dakwah.


Setelah P. Supri berbicara banyak tentang kehidupannya sebagai anggota DPRD, ia sempat menangis karena merasa kesulitan memahami ceramah yang disampaikan oleh Syekh Akbar. Padahal, ketika membahas ‘dunia’ yang dikuasainya, beliau bisa menjelaskannya dengan mudah.


Syekh Akbar pun menasihatinya agar terus mengikuti bimbingannya setiap minggu melalui YouTube, dan meskipun jarang bertemu, jangan merasa berkecil hati karena sibuk dengan urusan dunia yang sedang digeluti. Beliau mengutip Hikmah Ibnu Athaillah:


لَا تَسْتَغْرِبْ وُقُوْعَ الأَكْدَارِ – مَا دُمْتَ فِي هَذَا الدَّارِ – فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إِلَّا مَا هُوَ مُسْتَحِقٌّ وَصْفَهَا ، وَوَاجِبٌ نَعْتُهَا


“Jangan merasa heran jika engkau menjumpai banyak ‘kotoran’ selama engkau masih hidup di dunia ini. Sebab dunia memang tempat untuk menampakkan hal-hal yang memang layak disifati dengan kekotoran itu. Hal-hal yang memang seharusnya digambarkan demikian."


Syekh Akbar menjelaskan bahwa manusia pasti akan bersentuhan dengan dosa karena terlibat dalam kesibukan dunia. Terkadang, sebagai manusia, kita berbuat salah dan khilaf, namun kesalahan atau dosa tersebut jangan membuat kita semakin mundur atau pesimis. Kita harus terus berjalan, karena keburukan dan kebaikan dalam kehidupan ini tak bisa dihindari. Benarlah kaidah ushul yang menyatakan:


ما لا يدرك كله لا يترك كله


“Jika tidak dapat memperoleh semuanya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).”


Jangan meninggalkan dunia hanya karena ada madharat di dalamnya. Jangan takut terkontaminasi kotoran karena ada pembersihnya, yaitu Mursyid. Maka beruntunglah bagi murid yang memiliki pembimbing lahir dan batin. Setiap kali murid jatuh, ia segera dibangunkan. Ia tidak akan merasa kesulitan dalam kondisi apapun, karena selalu ada jalan atau solusi.


Di akhir pertemuan, P. Supri meminta doa agar usaha perumahan miliknya (340 unit) di Kalimantan dapat cepat laku. Sejak didirikan 4 tahun lalu, kawasan perumahan tersebut baru terjual sebanyak 70 unit. Syekh Akbar pun mendoakan di akhir pertemuan.