Berawal dari IG & TikTok: Kisah Seorang Ibu yang Menemukan Jalan Spiritual
MK IDRISIYYAH • 25 Januari 2025
Berawal dari IG & TikTok: Kisah Seorang Ibu yang Menemukan Jalan Spiritual
"Masjidnya bagus kayak Masjid Nabawi," ujar si kecil yang baru duduk di kelas 5 SD kepada ibunya, saat melihat-lihat media sosial yang sedang ia idam-idamkan. "Pokoknya aku nanti mau mondok di tempat ini, nggak mau ke tempat lain," lanjut si kecil penuh semangat. Seiring waktu berjalan, keinginan itu akhirnya tercapai. Kini, si kecil sudah duduk di kelas 8 Tsanawiyah (SMP) di Idrisiyyah.
Sebelum itu, sang ibu sempat tergila-gila dengan Idrisiyyah. Selama dua tahun, ia mengamati berbagai tokoh ulama, ustadz, dan lembaga pendidikan yang akan dijadikan tempatnya mendalami agama. Setiap hari, ia melihat-lihat IG, TikTok, dan media sosial lainnya. Ia juga sempat mengamati beberapa ustadz terkenal, seperti UAS, UAH, dan lainnya. Sang ibu berhati-hati dalam memilih, terutama dalam membedakan mana kelompok yang menurutnya menyimpang dan mana yang sesuai dengan hatinya. Ia akhirnya bisa membedakan mana ibadah yang sekadar mencari berkah dan mana yang lebih dalam maknanya.
Pada suatu kesempatan, anaknya ingin mendaftar ke pendidikan kepolisian. Dalam suatu momen spiritual, sang ibu melihat sekumpulan anak yang sedang duduk menunggu hasil tes. Tiba-tiba, muncul sosok berjubah putih, yang ternyata adalah Syekh Akbar M. Fathurahman. Beliau menyebut nama anaknya, "Muhajir!" Betapa kaget sang ibu mendengar nama anaknya disebut. Saat itu, ia belum tahu siapa sosok Syekh Akbar dan tidak mengerti mengapa anaknya disebut oleh beliau.
Suatu ketika, sang ibu lalai dan tidak bisa hadir pada pengajian selama 40 hari, karena ia sedang merawat ibunya yang sakit di rumah sakit. Dalam kondisi tersebut, datang seorang ustadz yang dikenal bisa berinteraksi dengan hal-hal gaib. Ustadz ini mendeteksi bahwa si ibu dikelilingi oleh hijab tebal, entah karena apa. Setelah diberitahu bahwa ia tidak ikut mengaji, sang ustadz menjelaskan bahwa itulah sebabnya gurunya marah padanya. Mendengar hal tersebut, sang ibu bertaubat dan bertekad untuk tidak meninggalkan pengajian Syekh Akbar lagi.
Di lain kesempatan, dalam keadaan sadar, sang ibu melihat Syekh Akbar masuk ke dalam sebuah ruangan yang biasa saja, namun mendadak berubah menjadi penuh dengan emas dan permata. Seakan-akan ia menyaksikan hal itu dalam sebuah mimpi. Peristiwa-peristiwa ruhani seperti ini semakin menguatkan jiwanya sebagai seorang murid.
Demikianlah kisah seorang ibu yang menemukan jalan spiritualnya setelah mendapat petunjuk melalui media sosial. Media sosial ternyata bisa menjadi sarana untuk meraih petunjuk, bukan justru menjauhkan kita dari kebenaran.