Penjelasan Syekh Mutawalli tentang Irama Tubuh saat Dzikir
MK IDRISIYYAH • 04 Februari 2025
Penjelasan Syekh Mutawalli tentang Irama Tubuh saat Dzikir
Surat kabar Al-Mujahid yang diterbitkan oleh angkatan bersenjata Mesir pernah mengajukan sebuah pertanyaan kepada ulama besar Mesir, Syekh Mutawalli al-Sya'rawi (w. 1419 H/1998 M), mengenai irama tubuh yang muncul saat seseorang melaksanakan dzikir. Tentu saja, irama tubuh yang dimaksud bukanlah tarian-tarian yang sering kali dipraktikkan oleh mereka yang kurang memahami esensi dzikir itu sendiri.
Syekh Mutawalli al-Sya'rawi menjelaskan, "Timbulnya irama tubuh saat seseorang berzikir terjadi karena pengaruh rasa cinta yang mendalam terhadap Allah, dan hal ini tidak dilarang. Namun, jika irama tersebut dibuat-buat dan tidak tulus, maka itu adalah perilaku yang tidak pantas."
Zikir sendiri dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, sebagaimana yang Allah SWT sampaikan dalam Al-Qur'an:
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (Q.S. Ali Imran [3]: 191).
Tidak diragukan lagi, zikir memiliki dampak yang mendalam pada ketenangan jasmani dan ruhani. Oleh karena itu, seseorang yang berzikir dengan irama tubuh yang muncul secara alami lebih baik daripada mereka yang tubuhnya bergerak mengikuti irama tarian atau dansa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dzikir.
Dengan demikian, intinya adalah bahwa zikir bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan gerakan tubuh yang timbul selama zikir, selama itu merupakan ekspresi ketulusan dan bukan dibuat-buat, tidaklah masalah.