Bukan Dalilnya, Tapi Sosoknya: Mengikuti Jejak Nabi dan Ulama Pewaris Nabi
MK IDRISIYYAH • 21 Februari 2025
Firman Allah SWT:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran: 31)
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa jika kita ingin dicintai oleh Allah, maka kita diperintahkan untuk mengikuti sosok Nabi Muhammad Saw. yang menunjukkan jalan yang benar. Ayat ini tidak hanya berbicara tentang dalil, tetapi lebih kepada figur pembawa agama. Oleh karena itu, yang harus kita ikuti bukan hanya dalilnya, tetapi juga sosok yang membawa dan mengajarkannya.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw., penerus agama adalah para Khalifah dan Ulama yang mewarisi tugas Nabi. Masa kekhalifahan yang empat telah berakhir, dan setelahnya hadirlah sosok-sosok Ulama Rabbani yang mewarisi ilmu agama. Para Ulama inilah yang melanjutkan tugas kenabian dalam menyebarkan ilmu dan petunjuk agama.
Warisan yang diberikan oleh Nabi dan Ulama kepada umatnya bukanlah harta atau kekayaan, melainkan ilmu agama. Warisan ini jatuh kepada ahli waris, dan ketika diterima, ilmu itu disampaikan secara utuh. Oleh karena itu, mereka yang menerima ilmu dari Ulama harus melayani dan mengikuti sosok Ulama, yang telah diwariskan kepada mereka ilmu yang lengkap, baik secara zahir maupun batin.
Banyak orang yang beranggapan bahwa menguasai ilmu agama tidak membawa prospek hidup yang baik. Padahal, inilah harta karun sesungguhnya yang diwariskan oleh Nabi dan Ulama kepada umat. Ilmu agama yang diwariskan adalah sesuatu yang lebih berharga daripada harta dunia. Jika seseorang sudah mendapatkan Ulama pewaris Nabi, maka tidak perlu lagi mencari dalil-dalil secara langsung, karena sosok Ulama itulah yang menjelaskan dan menafsirkannya.
Nabi Muhammad Saw. bersabda:
يَحْمِلُ هَذَا اْلعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ، يُنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الغَالِّيْنَ وَتَأْوِيْلَ الجَاهِلِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ.
"Ilmu (agama) ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi. Mereka akan meluruskan penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, ta’wil orang-orang jahil, dan pemalsuan orang-orang bathil."
[Al-Jaami’ li-Akhlaqir-Raawi wa Adabis-Saami’oleh Al-Khathib Al-Baghdadi].
Dalil-dalil agama dapat menumbuhkan pemahaman, namun pemahaman setiap orang bisa berbeda-beda. Hafalan ilmu saja tidak cukup, karena yang terpenting adalah pemahaman yang benar. Nabi Muhammad Saw. tidak pernah memaksakan penerapan dalil yang sama untuk semua umat, karena pemahaman agama bersifat bimbingan praktis, bukan sekadar teori.
Kesalahan yang dilakukan oleh seorang Ulama dalam mengeluarkan fatwa dianggap benar di sisi agama, asalkan ijtihad yang dilakukan memang sesuai dengan kaidah ilmiah. Allah SWT memberikan pahala atas setiap usaha yang dilakukan oleh Ulama dalam menegakkan hukum. Seperti sabda Nabi Saw.:
إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَفَلَهُ أَجْرٌ.
"Jika seorang hakim berijtihad dan memutuskan dengan benar, maka ia mendapat dua pahala. Namun, jika ia berijtihad dan ternyata salah, ia mendapat satu pahala." (HR. Muslim)
Pandangan Ulama Rabbani jauh lebih tajam dalam melihat masa depan umat. Saat ini, umat Islam dihadapkan pada tantangan besar untuk mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Meskipun kajian tentang tafsir, hadis, dan ushul fiqh telah banyak dibahas dalam berbagai kitab Ulama, umat Islam perlu melirik ke arah yang lebih penting, yaitu penguasaan ilmu yang dikuasai oleh bangsa lain. Saat ini, umat Islam sangat bergantung pada ilmu-ilmu tersebut.
Untuk itu, kita harus berjihad untuk mengejar ketinggalan tersebut, dan kunci berjihad ini adalah mencintai Ulama Pewaris Nabi. Dengan mengikuti bimbingan mereka, umat Islam dapat berkembang dalam berbagai bidang, sekaligus menjaga nilai-nilai agama yang diwariskan oleh Nabi Muhammad Saw.