Kitab Manaqib Asy-Syafii menjadi Bukti Tasawuf sudah ada sejak Zaman Salaf
MK IDRISIYYAH • 01 Januari 2025
Kitab Manaqib Asy-Syafii menjadi Bukti Tasawuf sudah ada sejak Zaman Salaf
Pengakuan dan Kritik terhadap Tasawuf, Kitab Manaqib Al-Syafi’i merupakan salah satu karya penting yang ditulis oleh pengarang yang lahir pada masa Salaf (384 – 458 H). Sebagai karya yang disusun di era tersebut, kitab ini lebih diakui dibandingkan dengan karya-karya manaqib lainnya yang muncul kemudian, karena memiliki nilai sejarah yang lebih kuat.
Sebagai seorang ahli hadis, pengarang Manaqib Al-Syafi’i menyusun kitab ini dengan gaya yang mirip dengan kitab-kitab hadis yang ditulis pada masa itu. Setiap cerita dalam kitab ini disertai dengan sanad perawinya, yang menunjukkan bahwa kitab ini memiliki sumber riwayat yang jelas dan tidak sembarangan dalam menyampaikan informasi.
Menariknya, dalam kitab ini banyak dicantumkan nama-nama perawi yang berasal dari kalangan tokoh sufi. Pengarang bahkan menyebutkan laqab (gelar) mereka dengan tambahan Al-Shufi (الصوفي), yang menunjukkan bahwa tasawuf sudah dikenal pada masa itu. Penambahan gelar ini juga menjadi pengakuan terhadap kelompok sufi, menunjukkan bahwa tasawuf bukanlah sesuatu yang baru atau asing di kalangan umat Islam pada masa Salaf.
Di dalam salah satu bagian kitab, terdapat sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan Imam Syafi’i, yang berbunyi:
"ما رأيت صوفيا قطّ إلا مسلم الخَوَّاص"
"Aku tidak pernah melihat seorang sufi kecuali Muslim al-Khawwas."
Pernyataan ini memperlihatkan bagaimana Imam Syafi’i mengakui eksistensi tasawuf dan menilai pentingnya kesalehan pribadi seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa tasawuf diakui sebagai bagian dari kehidupan spiritual yang mengarah pada peningkatan kesalehan individu.
Namun, dalam kitab ini juga terdapat kritik terhadap mereka yang mengklaim diri mereka sebagai sufi. Imam Syafi’i tidak ragu untuk menyebutkan penyimpangan-penyimpangan yang ada di kalangan orang-orang yang menyebut diri mereka sufi. Ini membuktikan bahwa Imam Syafi’i memahami dengan baik konsep tasawuf, dan beliau membedakan antara tasawuf yang sejati dengan yang menyimpang, sebagaimana yang juga dilakukan oleh Imam Ibnu Taimiyah dalam karya Majmu’ah Fatawa-nya.
Secara keseluruhan, Manaqib Al-Syafi’i adalah karya yang tidak hanya menyoroti kehidupan dan ajaran Imam Syafi’i, tetapi juga memberikan gambaran tentang perkembangan tasawuf pada masa tersebut, serta menunjukkan pemahaman mendalam pengarangnya terhadap hal itu.