Harapan Syekh Akbar untuk Lulusan Ma'had Aly

MK IDRISIYYAH • 20 Juni 2025

Harapan Syekh Akbar untuk Lulusan Ma'had Aly

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian. Gangguan seperti kecemasan, depresi, bipolar, dan berbagai bentuk kegelisahan lainnya kian meluas, menciptakan kebutuhan mendesak akan solusi yang efektif dan menyentuh aspek batiniah. Dalam konteks ini, Syekh Akbar memiliki visi besar: melahirkan para terapis jiwa dari kalangan santri Ma'had Aly, yang mampu merawat hati dan pikiran melalui pendekatan tasawuf.


Maqamat Tasawuf sebagai Resep Terapi


Visi Syekh Akbar berakar pada keyakinan bahwa tasawuf—ilmu dari maqam Ihsan—bukan sekadar teori spiritual, tetapi ilmu yang aplikatif untuk kesehatan jiwa. Beliau menekankan bahwa perkuliahan tasawuf di Ma’had Aly harus lebih menekankan pada maqamat (tahapan spiritual) yang dapat langsung dipraktikkan sebagai terapi jiwa.


Konsep seperti taubat, misalnya, tidak hanya dipahami sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai mekanisme penyembuhan. Banyak kegelisahan atau kegalauan yang berakar dari dosa yang belum ditaubati. Nabi Muhammad SAW bersabda:


"Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan." (Hadis Arbain)


Ini menjadi petunjuk penting bahwa kedamaian batin adalah indikator kebaikan, sedangkan kegelisahan merupakan sinyal adanya keburukan dalam jiwa. Seorang terapis tasawuf dapat mendiagnosis kondisi pasien—apakah cemas, depresi, atau bipolar—dan kemudian merekomendasikan maqam (tahapan spiritual) yang sesuai sebagai resep penyembuhan. Maqam seperti taubat, sabar, syukur, zuhud, atau tawakal masing-masing memiliki potensi terapeutik yang kuat.


Peluang dan Tantangan dalam Psikoterapi Tasawuf


Keragaman persoalan mental saat ini membuka peluang besar bagi para terapis jiwa. Terapi tasawuf menawarkan pendekatan yang unik dan mendalam, termasuk metode tafakkur (kontemplasi), serta TDP (gabungan dari tafakkur, olah napas, dan dzikir), yang dirumuskan langsung oleh Syekh Akbar. Mahasantri diharapkan dapat terus memperdalam metode ini untuk menelusuri akar-akar persoalan kejiwaan, termasuk yang berkaitan dengan dampak dosa.


Syekh Akbar juga mendorong agar mahasiswa Ma’had Aly menjadikan penelitian dan skripsi mereka sebagai sarana pendalaman persoalan kejiwaan dari perspektif tasawuf. Dengan menggali hadis, pendapat para ulama, dan menghubungkan berbagai maqam secara ilmiah, diharapkan lahir teori-teori baru yang aplikatif serta kurikulum terapi tasawuf yang kokoh dan dapat dipertanggungjawabkan.


Cita-cita besar beliau adalah mendirikan pusat terapi khusus untuk gangguan mental berbasis tasawuf, tempat di mana para lulusan bisa melakukan praktik lapangan, riset, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.


Melangkah Maju: Dari Keraguan Menuju Keunggulan


Meski jurusan Tasawuf Psikoterapi telah berdiri selama dua dekade, sebagian kalangan akademisi masih meragukan hasil dan relevansinya. Namun, kenyataan ini justru menjadi tantangan dan peluang besar. Inilah saatnya untuk membuktikan bahwa tasawuf mampu menjawab kebutuhan zaman.


Simak artikel menarik lainnya tentang "Fungsi Tasawuf di Era Modern : Solusi Praktis dan Efektif" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian


Dengan tekad kuat, pendekatan berbasis praktik, riset mendalam, dan pengembangan kurikulum yang relevan, jurusan Tasawuf di Ma’had Aly memiliki peluang besar untuk tampil sebagai solusi unggul dalam menangani persoalan kesehatan mental, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional.