Syekh Abdul Aziz Ad-Dabbagh: Wali Allah yang Seluruh Hidupnya Penuh Karamah
MK IDRISIYYAH • 16 Agustus 2025
Syekh Abdul Aziz Ad-Dabbagh, dikenal sebagai As-Sayyid Asy-Syarif, Al-Quthb Al-Ghauts, adalah salah satu imam para wali dan tokoh sufi terkemuka. Di antara karamah terbesarnya adalah pertemuannya dengan Nabi Muhammad ﷺ dalam keadaan sadar.
Murid beliau yang alim, Ibnu Mubarak, dalam Bab Ketiga kitab Al-Ibriz yang berisi manaqib gurunya, berkata:
“Ketahuilah bahwa keadaan Syekh kami رضي الله عنه sungguh aneh, dan semua urusannya mengagumkan. Orang seperti ini tidak lagi membutuhkan karamah, karena seluruh dirinya adalah karamah. Ia menguasai ilmu-ilmu yang membuat para pakar tidak mampu menjangkaunya, padahal ia ummi (buta huruf), tidak menghafal Al-Qur’an, dan tidak pernah menghadiri majelis ilmu.”
Ibnu Mubarak juga menuturkan:
“Apa yang kami saksikan dari karamah dan kasyaf beliau sangatlah banyak, hingga tak mungkin kami sebutkan semuanya. Di sini kami hanya menyampaikan sebagian di antaranya.”
Beberapa Karamah Syekh Abdul Aziz Ad-Dabbagh
-Kesembuhan Anaknya
Suatu ketika anak beliau, Sayyidi Idris, sakit parah hingga tak bisa bicara. Ibunya sangat bersedih, dan Ibnu Mubarak pun merasa pilu melihatnya. Namun Syekh berkata:
“Ia tidak akan mati karena penyakit ini. Ia akan sembuh.” Dan ternyata benar, Sayyidi Idris pun sembuh. Hal yang sama terjadi pada putrinya, As-Sayyidah Fathimah, yang menderita sakit lama. Syekh mengatakan bahwa ia akan sembuh, dan demikianlah kenyataannya.
-Mengetahui Kesembuhan Anak Orang Lain
Saat menjenguk anak dari Faqih Sayyidi Muhammad Mubarak yang sedang sakit parah, Syekh berkata:
“Ia tidak akan mati karena penyakit ini. Ia akan sembuh.” Peristiwa itu pun terjadi sebagaimana ucapannya.
-Menentukan Waktu Tepat untuk Berdagang
Ibnu Mubarak pernah meminta pendapat Syekh tentang waktu menjual tanaman yang ia miliki. Syekh berkata:
“Hari kelima bulan Syair Al-Faslani (musim semi) adalah waktu yang tepat.” Benar saja, pada hari kelima dan keenam hasil penjualannya mencapai puncak. Namun pada hari ketujuh turun hujan deras sehingga harga tanaman merosot tajam.
-Meramalkan Jenis Kelamin Anak Muridnya
Ketika salah satu istri Ibnu Mubarak sedang hamil, Syekh berkata:
“Ia akan melahirkan anak laki-laki bernama Ahmad.” Dan benar, anak itu lahir seperti yang beliau katakan.
Istri lainnya yang cemburu berharap juga mendapat anak. Saat hal itu disampaikan kepada Syekh, beliau berkata: “Ia berdusta. Tidak ada apa-apa padanya.” Dan terbukti ucapannya benar.
Beberapa bulan kemudian, Syekh berkata kepada Ibnu Mubarak: “Istrimu hamil sejak lima belas hari yang lalu. Ia akan melahirkan anak laki-laki, insya Allah. Beri nama dengan namaku, dan ia akan menyerupaiku, insya Allah.” Benar, anak itu pun lahir laki-laki dan sangat mirip dengan beliau dalam perawakan.