Tiga Macam Gamis dalam Kisah Nabi Yusuf AS
MK IDRISIYYAH • 18 Desember 2025
Dalam kisah Nabi Yusuf AS, terdapat tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan gamis (baju). Ketiganya bukan sekadar kisah sejarah, tetapi sarat dengan pelajaran moral dan spiritual yang mendalam.
1. Gamis Dusta
Peristiwa pertama adalah gamis dusta, yang terjadi ketika saudara-saudara Nabi Yusuf berbohong kepada ayah mereka, Nabi Ya‘qub AS. Mereka meminta izin untuk membawa Yusuf pergi, lalu bermusyawarah apakah Yusuf akan dibunuh atau dibuang. Akhirnya, mereka sepakat untuk membuangnya ke dalam sumur.
Sebagai bagian dari rekayasa kebohongan, mereka membuat skenario bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Gamis Nabi Yusuf pun dilumuri darah palsu, yakni darah hewan. Saat kembali ke rumah, mereka berpura-pura sedih dan menangis di hadapan ayahnya, sambil menunjukkan gamis yang berlumuran darah dusta tersebut. Nabi Ya‘qub AS pun sangat bersedih melihatnya.
2. Gamis Fitnah
Peristiwa kedua adalah gamis fitnah, yang terjadi ketika Nabi Yusuf hampir terjerumus dalam peristiwa perzinaan dengan istri majikannya, Zulaikha. Wanita itulah yang memulai godaan. Sebagai manusia, Nabi Yusuf pun hampir tergoda, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat “hammat bihi wa hamma biha”.
Namun, pada saat genting itu, datanglah peringatan ruhani berupa bayangan ayahnya, Nabi Ya‘qub AS, yang mengingatkannya, “Wahai Yusuf, bukankah namamu telah tercatat dalam barisan para nabi?” Mendengar peringatan tersebut, Nabi Yusuf segera berlari menjauh.
Zulaikha menarik gamis Nabi Yusuf dari belakang hingga robek. Dalam persidangan, gamis yang robek di bagian belakang itu menjadi bukti kebenaran Nabi Yusuf. Namun, keadilan tidak ditegakkan sepenuhnya, sehingga Nabi Yusuf tetap harus menerima konsekuensinya.
3. Gamis Kesembuhan (Tabarruk)
Peristiwa ketiga adalah gamis kesembuhan, yang dikenal sebagai peristiwa tabarruk. Hal ini terjadi ketika Nabi Yusuf telah menjadi penguasa perbendaharaan pangan Mesir pada masa paceklik. Nabi Ya‘qub AS memerintahkan anak-anaknya untuk pergi ke Mesir meminta bahan makanan.
Dalam perjalanan kisahnya, Nabi Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara seibunya, Bunyamin, dan merangkulnya. Pada akhirnya, saudara-saudara Nabi Yusuf bersujud dan mengakui kesalahan mereka.
Nabi Yusuf kemudian memerintahkan mereka untuk membawa gamisnya dan mengusapkannya ke wajah Nabi Ya‘qub AS. Dengan izin Allah, Nabi Ya‘qub yang sebelumnya buta karena kesedihan mendalam, kembali dapat melihat. Peristiwa inilah yang disebut tabarruk. Gamis Nabi Yusuf mengandung keberkahan, namun hakikatnya hanyalah sebagai wasilah (perantara), sementara kesembuhan sepenuhnya berasal dari Allah SWT.
Kajian Rabu bersama Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag |17 Desember 2025