Pesantren Idrisiyyah Jadi Pionir Teknologi Air Bersih, Santri Minum Langsung dari Kran Berkat Inovasi ITB

Ibnu Thoriq • 10 Desember 2024

Pesantren Idrisiyyah Jadi Pionir Teknologi Air Bersih, Santri Minum Langsung dari Kran Berkat Inovasi ITB

Pesantren Idrisiyyah menjadi pesantren pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi membran ultrafiltrasi hasil inovasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Berkat teknologi ini, ribuan santri dapat menikmati air minum langsung dari kran tanpa perlu dimasak.  


Keunggulan Teknologi Membran Ultrafiltrasi

Teknologi ini bekerja dengan menyaring air melalui membran berpori sangat kecil, yang mampu menghilangkan kotoran, bakteri, dan zat berbahaya, sekaligus mempertahankan kandungan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Menurut Dr. Rofiq Ikbal, ST., M.Eng., Ph.D selaku Asisten Direktur Bidang Transfer Teknologi DKST ITB, teknologi ini telah diuji di laboratorium ITB dan memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Kemenkes No. 2 Tahun 2023.  


"Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan santri dengan menyediakan air bersih yang aman dan higienis tanpa perlu dimasak. Selain itu, teknologi ini juga mendukung pengurangan sampah plastik dari konsumsi air kemasan," jelas Rofiq.  


Penerapan di Pesantren Idrisiyyah

Di Pesantren Idrisiyyah teknologi ini diterapkan di dua titik utama: satu untuk memenuhi kebutuhan air minum harian santri dan satu untuk produksi air minum kemasan Air Karomah guna memenuhi permintaan pengunjung. Dengan kapasitas produksi mencapai 0,5–2 kubik per jam, teknologi ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih yang besar secara efisien.  


Langkah Inovatif yang Berkelanjutan  

Selain memberikan kemudahan akses air minum bersih bagi ribuan santri, teknologi membran ultrafiltrasi ini juga diterapkan di berbagai lokasi lain, seperti ITB Ganesha, Jatinangor, Raja Ampat, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski saat ini masih diproduksi terbatas dengan harga sekitar Rp15 juta per unit, teknologi ini diharapkan dapat segera diproduksi massal sehingga lebih banyak pesantren dan komunitas lain dapat merasakan manfaatnya.  


Inovasi ini telah diserahkan oleh pihak ITB dan dipasang di Area Pesantren Idrisiyyah pada hari Kamis yang lalu (5/12) dengan adanya teknologi ini Pesantren Idrisiyyah bisa menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan umat dan dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.