Arahan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman pada Pembukaan Mukernas Tarekat Idrisiyyah 2024

Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag • 13 Desember 2024

Arahan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman pada Pembukaan Mukernas Tarekat Idrisiyyah 2024

Arahan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman pada Pembukaan Mukernas Tarekat Idrisiyyah 2024


Pengantar dan Rasa Syukur

Syekh Akbar Muhammad Fathurahman membuka Mukernas 2024 dengan mengucapkan syukur kepada Allah Swt., yang telah memberikan kesempatan untuk menyelenggarakan agenda besar ini di penghujung tahun. Beliau menyampaikan bahwa perjalanan 14 tahun kepemimpinannya merupakan bagian dari amanah besar tarekat yang dijalankan atas dasar bimbingan Allah, tanpa ada unsur kesombongan atau keakuan pribadi. Segala pencapaian program tarekat, baik berupa infrastruktur maupun pembinaan jamaah, adalah bentuk pertolongan dan karunia Allah.


Prinsip Kepemimpinan dalam Tarekat

Beliau menegaskan bahwa tarekat berbeda dari organisasi lain yang sepenuhnya berdasarkan ijtihad manusia. Tarekat berpegang pada manhaj kenabian, yang didasarkan pada wahyu dan ilham yang diterima oleh mursyid. Prinsip ini menuntut pengurus dan jamaah untuk tunduk sepenuhnya pada bimbingan mursyid, karena mursyid adalah penerus risalah kenabian. Syekh Akbar menekankan pentingnya membersihkan hati dari keakuan dan penyakit hati, sebagai prasyarat suksesnya amal yang diterima oleh Allah.


Perjalanan 14 Tahun Kepemimpinan

Syekh Akbar mencatat perjalanan selama 14 tahun sebagai proses bertahap yang penuh dengan pembelajaran dan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah. Pada awalnya di 3-4 tahun awal kepemimpinan beliau merasa tidak memiliki daya dan kemampuan, tetapi melalui ketundukan kepada Allah, bimbingan datang secara berangsur-angsur. Saat ini, dengan segala pencapaian yang ada, beliau tidak merasakan kepuasan pribadi, karena segala hasil adalah milik Allah semata. Beliau menginginkan semua pengurus dan jamaah memiliki sikap serupa, yakni menjauhkan diri dari rasa keakuan dan mengutamakan kepentingan Allah dan umat.


Fokus pada Pembinaan Hati dan Keikhlasan

Beliau menekankan bahwa tugas utama Tarekat adalah mencetak hati yang bersih dan ikhlas, yang jauh lebih sulit daripada membangun infrastruktur. Keberhasilan seorang hamba diukur dari ketundukannya kepada Allah, bukan dari harta atau kedudukan. Syekh Akbar mengutip perjuangan Imam Al-Ghazali sebagai contoh nyata seorang ulama yang meninggalkan kebanggaan duniawi demi mencapai kebersihan hati.


Menjemput Futuh Islam

Tema besar Mukernas 2024 adalah Menjemput Futuh Islam. Syekh Akbar menyamakan perjuangan ini dengan perjuangan Nabi Muhammad Saw. saat Fathu Makkah, yang membutuhkan pengorbanan besar. Futuh Islam bukan hanya tentang keberhasilan lahiriah, tetapi pembukaan hati umat kepada cahaya Allah. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan ini hanya mungkin tercapai dengan komitmen penuh terhadap ajaran Islam yang wasathiyah (moderat) yang memperhatikan aspek dunia dan akhirat.


Pesan kepada Pengurus

Syekh Akbar memberikan arahan khusus kepada pengurus untuk menjalankan tugas dengan disiplin, gerak cepat, dan profesionalisme tinggi. Beliau mengingatkan bahwa setiap komponen dalam struktur organisasi harus berfungsi optimal, karena kegagalan satu elemen dapat menghambat keseluruhan program. Beliau juga menegaskan pentingnya menegakkan program GAMIS (Gerakan Maghrib Isya Subuh) di masjid, agar menjadi contoh bagi umat Islam lainnya, para pimpinan diingatkan untuk memperhatikan bawahannya terhadap program gamis ini, jika masih malas dan telah diperingatkan dengan baik namun tidak ada perubahan maka lebih baik dikeluarkan dari bagian kepengurusan.


Strategi Dakwah

Dalam menghadapi tantangan zaman, beliau mendorong pemanfaatan media sosial, televisi dan berbagai platform dakwah untuk menyampaikan ajaran tarekat kepada masyarakat luas. Syekh Akbar juga meminta agar pengurus majelis taklim memperkuat pemahaman jamaah tentang pentingnya kemursyidan sebagai pewaris risalah Rasulullah Saw.


Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat

Beliau menyoroti pentingnya Islam kekinian yang seimbang antara aspek duniawi dan ukhrawi. Pendidikan, ekonomi, dan teknologi harus menjadi bagian dari program besar tarekat agar umat Islam tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Orang diluar sana tidak akan mau bergabung dengan Islam jika melihat Islam tertinggal dari segi dunianya, maka kita harus merubah mindset ini agar islam bisa bangkit dari segi ekonomi, pendidikan dan sosial. Namun, semuanya tetap harus didasarkan pada nilai-nilai Islam yang hakiki.


Peringatan dan Motivasi

Syekh Akbar mengingatkan bahwa umat Islam harus menghindari penyakit hati seperti cinta kekuasaan (hub ar-riyasah) yang membawa kehancuran. Beliau menyebut contoh Bashar Al-Assad yang mempertahankan kekuasaannya dengan mengorbankan rakyatnya sendiri.


Penutup dan Harapan

Beliau mengakhiri arahan dengan doa dan harapan agar semua pengurus dan jamaah diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan oleh Allah untuk melanjutkan perjuangan tarekat. Dengan keselarasan visi dan misi, serta komitmen penuh terhadap ajaran mursyid, beliau yakin tarekat Idrisiyyah dapat menjadi percontohan bagi umat Islam di masa depan.