Silaturahim Wisatawan China ke Idrisiyyah untuk Merajut Ukhuwah Ahluth Thariqah

KOMINFO IDRISIYYAH • 16 Desember 2024

Silaturahim Wisatawan China ke Idrisiyyah untuk Merajut Ukhuwah Ahluth Thariqah

Silaturahim Wisatawan China ke Idrisiyyah untuk Merajut Ukhuwah Ahluth Thariqah


Pesantren Idrisiyyah mendapat kunjungan silaturahmi wisatawan dari negeri tirai bambu China, mereka merupakan saudara muslim dan para Sufi pengamal Tarekat Khufiyah dari Daratan China. Para tamu itu adalah Ustadz Josph, Abi Maksum, Akhi Abdullah Halim, dan Umi Aminah, datang ke pondok pesantren Idrisyyah dengan membawa semangat ukhuwah dan persaudaraan. Mereka adalah pengamal Tarekat Khufiyah dengan mursyidnya bernama Syekh Warisudin dan bermazhab Hanafi. 


Sekilas Tentang Tarekat Khufiyah

Tarekat Khufiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang menekankan pendekatan diam (khufi) dalam berdzikir, sesuai dengan namanya yang berarti "tersembunyi". Praktik tarekat ini lebih banyak menitikberatkan pada dzikir qalbi (dzikir dalam hati) untuk mendekatkan diri kepada Allah.


Dengan mursyid yang arif dan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW, tarekat ini memiliki pengikut di berbagai belahan dunia, termasuk China. 


Kedatangan saudara muslim asal China ke Idrisiyyah bermula dari rasa penasarannya saat kunjungan ke masjid Istiqlal bersamaan kegiatan dakwah Syekh Akbar Muhammad Fathurahman dalam pengajian bulanan Muslimat Nahdlatul Ulama DKI Jakarta hari Sabtu yang lalu (14/12), setelah kajian berakhir dua tamu asal China itu menyapa Ustadz Rizal bin Daud dan menanyakan tentang siapa sosok penceramah tadi yang tak lain adalah Syekh Akbar Muhammad Fathurahman.


Mendapatkan penjelasan singkat tentang kemursyidan beliau dan tarekat Idrisiyyah yang berpusat di Tasikmalaya, hal itu justru mendorong mereka untuk segera berkunjung ke Pesantren Idrisiyyah. 


Dialog Santai Bersama Pengurus MK Menyelaraskan Kesamaan Pemahaman

Dalam suasana akrab selepas melaksanakan sholat Ashar berjamaah para tamu bertemu dengan pengurus Majelis Ketarekatan (MK) dan menyampaikan beberapa pertanyaan penting, seperti: 

1. Kapan ada acara dzikir di Pesantren Idrisiyyah? 

2. Bagaimana pandangan Idrisiyyah mengenai hubungan syariat, tarekat, dan hakikat? 

3. Apa makna Nur Muhammad menurut ajaran Idrisiyyah? 


Ustadz Ahmad Faqih menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dengan diterjemahkan kedalam bahasa inggris oleh bapak sidik Ario dan isi pembahasan sesuai dengan yang disampaikan oleh Syekh Akbar.


Beliau menjelaskan bahwa: 

- Syariat adalah inti ajaran Islam yang berlandaskan tauhid, fikih, dan tasawuf. 

- Tarekat merupakan jalan pengamalan syariat di bawah bimbingan mursyid, yang bertujuan menghadirkan cahaya Allah ke dalam qalbu, sehingga murid dapat merasakan kehadiran Allah di hati. 

- Nur Muhammad adalah cahaya ilahi yang diberikan kepada Rasulullah SAW, kemudian diteruskan kepada para mursyid untuk disampaikan kepada murid-muridnya, agar mereka dapat merasakan kebersamaan dengan Allah, Rasulullah, dan mursyid secara langgeng. 


Ziarah dan Kesempatan Berharga

Setelah dialog di ruang MK para tamu melanjutkan kegiatan bertabarrukan ke maqam wali-wali Allah dengan berziarah ke makam masyayikh Tarekat Idrisiyyah sebelumnya. Mereka berdzikir dan berdoa sesuai dengan kaifiyat dalam tarekat mereka sendiri.


Kesan Mendalam tamu dalam Kunjungan

Rombongan menyampaikan rasa kagum terhadap Pesantren Idrisiyyah, khususnya melihat banyaknya santri yang giat menuntut ilmu. Di negara mereka, fenomena pesantren dengan jumlah santri yang banyak seperti di Pesantren Idrisiyyah masih jarang ditemui. Mereka pun berharap dapat kembali meluangkan waktu lebih lama untuk mendalami Tarekat Idrisiyyah. Selain itu, mereka juga menyampaikan undangan kepada pihak Pesantren untuk bersilaturahmi ke kota mereka di China, yang disebut sebagai "Sem City." 


Ada perilaku inspiratif tamu dan kebiasaan unik dari para tamu yang patut dicontoh diantaranya : 

- tampak mereka Bersedekah dulu (memasikan uang ke kotak amal) sebelum memasuki masjid. 

- Mereka terlihat segera mengisi shaf kosong dihadapannya saat akan shalat ashar berjamaah.


Menyikapi fenomena adanya tamu orang asing akhir-akhir ini, Ustadz Arijal, menyampaikan pentingnya para pengurus pesantren untuk mulai menguasai bahasa asing, seperti Arab dan Inggris, guna menyambut tamu internasional yang semakin kesini semakin sering berkunjung ke pondok pesantren.


Silaturahim ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda sanad, persaudaraan antar pengamal tarekat tetap dapat terjalin erat. Semoga ukhuwah ini menjadi wasilah keberkahan dan memperluas dakwah Islam hingga ke penjuru dunia. Wallahu a'lam.