Deklarasi Rabithah Masyaikh Sufiah Nusantara: Tonggak Baru Perjuangan Tasawuf di Asia Tenggara
KOMINFO IDRISIYYAH • 31 Desember 2024
Deklarasi Rabithah Masyaikh Sufiah Nusantara: Tonggak Baru Perjuangan Tasawuf di Asia Tenggara
Rabithah Masyaikh Sufiah Nusantara, sebuah organisasi yang mengumpulkan para Masyaikh Tarekat dari berbagai wilayah di Asia Tenggara, resmi dideklarasikan. Organisasi ini memiliki misi utama untuk meluruskan pemahaman tasawuf dan tarekat serta menjadi wadah silaturahmi antar Masyaikh.
Deklarasi Rabithah ini dilaksanakan dengan penandatanganan dokumen Pendirian Organisasi di Pondok Pesantren Al Rabbani, Nagrak, Gunung Putri yang merupakan sebuah Pesantren milik KH. Muhammad Ali Abdillah selaku Sekretaris Jatman, proses penandatanganan ini berlangsung khidmat dan dihadiri para Masyaikh Sufi dari berbagai negara setelah mengikuti kegiatan Liqa' Mahabbah Sufi Se-Asia Tenggara.
Dalam struktur organisasi Rabithah, Syekh Rohimudin Al Bantani ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua, dengan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman sebagai Penasihat dari Indonesia dan Prof. Abdul Manan dari Malaysia. Posisi sekretaris dipegang oleh KH. M. Ali Abdillah (Indonesia) dan Dr. Muhammad Afif Yahya (Malaysia), sementara Dr. Syuhadak Mahmud, KH. Asep Deni, M.Pd., dan KH. Abdul Latif al hafidz dipercaya sebagai bendahara.
Pesan Mendalam Syekh Akbar Muhammad Fathurahman
Dalam penutupan Liqa', Syekh Akbar Muhammad Fathurahman menyampaikan pesan penting tentang tantangan yang dihadapi kelompok sufi di era modern. Beliau menekankan pentingnya peran Mursyid dalam menjaga keabsahan sebuah tarekat.
"Mursyid adalah kunci yang menentukan apakah sebuah tarekat itu hak atau bathil," ujar Syekh Akbar. Beliau juga menegaskan bahwa thariqah adalah anugerah dari Allah yang harus dirawat dengan baik untuk menjawab tantangan zaman.
Syekh Akbar mengajak para masyaikh untuk menjadi teladan persaudaraan dan tidak takut menghadapi kritik. Beliau berharap Rabithah ini mampu melahirkan umat terbaik yang memberikan kontribusi besar bagi dunia.
Misi dan Harapan Rabithah
Rabithah Masyaikh Sufiah Nusantara diharapkan menjadi wadah yang mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyaikh tarekat, meluruskan pemahaman tasawuf dan memberikan solusi nyata bagi umat Islam.
Deklarasi ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan. Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam perjuangan para masyaikh untuk memperkuat peran tasawuf sebagai bagian penting dari kehidupan umat Islam di Asia Tenggara.