Bimtek Da’i Da’iyah Idrisiyyah: Meningkatkan Kualitas Dakwah
KOMINFO IDRISIYYAH • 16 Januari 2025
Bimtek Da’i Da’iyah Idrisiyyah: Meningkatkan Kualitas Dakwah
Qini Nasional 158 | Tasikmalaya 16 Januari 2025 — Aula Musyahadah menjadi saksi terselenggaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Da’i Da’iyah Idrisiyyah. Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua, perwakilan zawiyah, dan mahasantri Idrisiyyah, dengan tujuan utama meningkatkan keterampilan dakwah, khususnya dalam retorika yang efektif.
Ustadz Rizal Muttaqin, Ketua Dewan Dakwah Majelis Tarekat Idrisiyyah, membuka sesi materi dengan penekanan pada seni berbicara dalam dakwah. Beliau menjelaskan bahwa retorika dakwah adalah kemampuan menyampaikan pesan yang mampu memperkuat iman audiens. Beberapa prinsip dasar yang beliau sampaikan mencakup:
- Niat yang baik
- Pemahaman terhadap audiens
- Kesadaran akan konteks
- Kemampuan berkomunikasi yang persuasif
Dalam materinya, Ustadz Rizal juga membagikan teknik-teknik penting, seperti penggunaan analogi, kisah inspiratif, ayat-ayat Al-Qur'an, dan bahasa yang persuasif untuk menyentuh hati audiens.
Pemateri kedua, Ustadz Hilman Lisannulhaq, Wakil Pengembangan Zawiyah, menekankan pentingnya dakwah yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah. Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya kedekatan dengan guru sebagai sumber ilmu dan inspirasi dakwah. Dengan penuh semangat, beliau menyampaikan bahwa kesabaran adalah kunci dalam menghadapi tantangan-tantangan dakwah.
Keberagaman dalam Dakwah Idrisiyyah
ada sesi berikutnya, Ustadz Asep Deni, Mudir Majelis Ketarekatan, menggarisbawahi keunikan dakwah Idrisiyyah yang mengajarkan keberagaman dalam pendekatan, namun tetap seragam dalam nilai-nilai inti yang disampaikan. Menurut beliau, setiap individu memiliki potensi untuk berdakwah, meskipun tidak selalu melalui ceramah formal. Beliau juga menambahkan, “Tidak semua orang bisa ceramah, tapi semua orang bisa dakwah.”
Selain itu, Ustadz Asep menekankan bahwa dakwah bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan yang seharusnya hadir dalam setiap profesi. Beliau berkata, “Dakwah itu bukan profesi, tapi semua profesi harus bisa dakwah.”
Acara ini berlangsung dengan suasana penuh semangat. Peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman, menciptakan atmosfer yang mendukung pembelajaran dan peningkatan kualitas dakwah.
Diharapkan, Bimtek ini dapat menjadi langkah besar dalam memperkuat pemahaman serta praktik dakwah yang lebih efektif. Dengan keterampilan yang diasah dalam kegiatan ini, para da’i dan da’iyah diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang mulia.