Ketua EULEMA (European Muslim Leaders Majlis) Kunjungi Zawiyah Tarekat Idrisiyyah di Jakarta
KOMINFO IDRISIYYAH • 08 Februari 2025
Ketua EULEMA (European Muslim Leaders Majlis) Kunjungi Zawiyah Tarekat Idrisiyyah di Jakarta
Tarekat Idrisiyyah | Jakarta, 7 Februari 2025 – Syekh Yahya Sergio Yahe Pallavicini adalah ketua dari EULEMA yang merupakan sebuah forum perkumpulan Ulama Muslim di Eropa dan juga Presiden CO.RE.IS (Comunitas Agama Islam Italia) mendatangi Markas Zawiyah Utama Jakarta disela-sela kesibukannya dalam menghadiri undangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam kunjungannya ke Indonesia, beliau berharap dapat bersilaturahmi dengan Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag, namun, karena keterbatasan waktu, pertemuan tersebut tidak terlaksana. Sebagai gantinya, Syekh Yahya menyempatkan diri untuk menghadiri majelis dzikir bersama ikhwan satu thariqah di Zawiyah Jakarta.
Acara silaturahmi ini berlangsung di Masjid Al-Fattah Batu Tulis XIV, Jakarta Pusat, pada Jumat, 7 Februari 2025, pukul 17.30 WIB. CEO Tarekat Idrisiyyah dan Pengurus Zawiyah Utama Jakarta menyambut kedatangan beliau dengan penuh kehormatan. Jamaah wilayah Zawiyah terdekat, khususnya dari wilayah Jabodetabek, turut diundang untuk meramaikan Program Gamis (Gerakan Memakmurkan Masjid Maghrib-Isya) yang diadakan rutin setiap hari di Masjid Al Fattah Jakarta.
Perjalanan Spiritual dan Dakwah Syekh Yahya di Eropa
Syekh Yahya Sergio Yahe Pallavicini lahir di Italia pada tahun 1965 dari ibu berdarah Jepang dan ayah berdarah Italia. Beliau adalah imam Masjid al-Wahid di Milano dan telah menjadi anggota Dewan Islam Italia yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri sejak tahun 2006. Sebagai Presiden COREIS, beliau aktif dalam dialog antaragama dan telah menulis beberapa buku, termasuk "L'Islam in Europa" yang membahas peran Islam di benua Eropa.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Yahya berbagi kisah perjalanannya mengenal Islam dan tarekat yang dimulai dari ayahnya. Beliau juga menceritakan bagaimana dakwah Islam yang dilakukannya di Eropa, khususnya di Italia dan Prancis, telah membawanya menjadi tamu undangan dalam berbagai pertemuan komunitas Islam di Asia Tenggara.
Di ruang pertemuan, Syekh Yahya mendengarkan paparan program-program yang dijalankan oleh Syekh Akbar, termasuk Program Gamis sebagai bentuk tarbiyah mursyid bagi para murid di seluruh Indonesia. Beliau juga diberikan wawasan mengenai program kawasan terintegrasi Pesantren Idrisiyyah yang merupakan visi untuk menciptakan miniatur kehidupan Islam yang kaffah. Syekh Yahya sangat terkesan dengan langkah-langkah yang dilakukan Tarekat Idrisiyyah di Indonesia dan bahkan membayangkan jika pola dakwah serupa dapat diterapkan di Italia.
Kesan Mendalam di Zawiyah Jakarta
Kunjungan Syekh Yahya ke Zawiyah Jakarta meninggalkan kesan yang mendalam, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi istrinya. Beliau merasa mendapatkan keberkahan bisa singgah di tempat tersebut dan ikut berzikir bersama para jamaah. Istrinya, yang baru pertama kali menginjakkan kaki di zawiyah, merasa sangat terkesan dengan pelayanan pengurus serta kenyamanan spiritual yang ia rasakan saat bercengkrama dengan saudari-saudari seiman.
Dengan nada berkelakar, Syekh Yahya mengatakan kepada istrinya bahwa ia belum sepenuhnya merasakan pengalaman Tarekat Idrisiyyah sebelum mengunjungi pusatnya di Tasikmalaya. Selain itu, beliau juga menunjukkan ketertarikannya terhadap program pengembangan ekonomi Idrisiyyah, termasuk sektor perikanan. Saat melihat foto tambak udang, Syekh Yahya menyampaikan keinginannya untuk suatu saat bisa mengunjungi pesisir Cipatujah dan melihat langsung bagaimana program tersebut dijalankan.
Hubungan Dakwah Indonesia dan Eropa
Kunjungan Syekh Yahya Sergio Pallavicini ke Jakarta menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antar-ulama lintas negara. Silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi kolaborasi dakwah antara Indonesia dan Eropa, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam konteks global. Dengan adanya program-program strategis yang dijalankan oleh Tarekat Idrisiyyah, harapan untuk menciptakan model kehidupan Islam yang kaffah semakin nyata, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Syekh Yahya juga menyoroti pentingnya peran media dalam dakwah Islam untuk menjadikan momentum kunjungan Syekh Akbar ke Italia nanti pada bulan April 2025 harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tokoh-tokoh besar dari Indonesia dan dunia dapat melihat kiprah dakwah beliau di tingkat internasional. Dengan demikian, ruang dakwah Syekh Akbar dapat semakin luas dan berdampak bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.