Mahasantri Masa Kini: Intelektualitas dan Kontribusi Nyata dalam Ekonomi Syariah
KOMINFO IDRISIYYAH • 26 Februari 2025
STAI Idrisiyyah | Tasikmalaya, 25 Februari 2025 – Dewan Mahasantri (DEMA) Idrisiyyah, bekerja sama dengan HIMA Ekonomi Syariah STAI Idrisiyyah, FOSSEI Komisariat Priangan Timur, dan Agnia Care, sukses menyelenggarakan seminar talkshow bertajuk Mahasantri Masa Kini: Intelektualitas dan Kontribusi Nyata dalam Ekonomi Syariah sebagai Disiplin Ilmu Transendental pada Rabu, 25 Februari 2025 di Aula Musyahadah.
Acara ini menghadirkan Ust. H. Abdu Rahman W., LC., M.E. sebagai pemateri utama dan Pak Mara Umar, M.E. sebagai moderator, yang juga merupakan CEO Idrisiyyah Foundation. Seminar ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai ekonomi syariah berbasis ketauhidan serta tantangan literasi ekonomi syariah di masyarakat.
Seminar ini dihadiri oleh mahasantri program studi ekonomi syariah serta mahasiswa dari berbagai kampus di Priangan Timur, seperti Universitas Siliwangi, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah, dan Institut Agama Islam Tasikmalaya. Para peserta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang interaktif, menandakan tingginya minat terhadap pembahasan ekonomi Islam.
Turut hadir dalam acara ini Bapak Adang Nurdin, M.M., selaku Deputi CEO Pendidikan, serta beberapa staf dari Agnia Care. Sambutan disampaikan oleh Saudara Dandi selaku Ketua DEMA Idrisiyyah, Bapak H. Yudi Ginanjar sebagai Direktur Agnia Care dan Bapak Adang Nurdin yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
Pembahasan Mendalam Mengenai Ekonomi Syariah
Dalam pemaparannya, Ust. H. Abdu Rahman W. menjelaskan lima karakteristik ekonomi syariah sebagai disiplin ilmu transendental:
1. Berlandaskan Wahyu – Ekonomi syariah bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, bukan hanya pemikiran manusia.
2. Menjunjung Etika dan Moral – Setiap transaksi harus mengandung nilai keadilan, amanah, kejujuran, dan keberkahan.
3. Memiliki Tujuan Jangka Panjang – Tidak hanya kesejahteraan materi, tetapi juga falah (kesuksesan dunia-akhirat) dan maslahah (kebaikan bersama).
4. Dimensi Spiritual dalam Ekonomi Syariah – Ekonomi syariah berlandaskan akad yang sesuai dengan syariat.
5. Menghindari Unsur Haram – Melarang praktik riba, gharar, dan maysir yang merusak stabilitas ekonomi.
Pak Mara Umar juga berbagi pengalaman saat mendampingi perusahaan dalam mendirikan Unit Usaha Syariah (UUS). Ia menyoroti rendahnya literasi ekonomi syariah di Indonesia, dengan market share yang masih di bawah 5%, akibat kurangnya pembahasan muamalah dalam kajian keislaman.
Seminar ini memberikan wawasan mendalam bagi peserta mengenai pentingnya ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berbasis ketauhidan. Diharapkan, para mahasiswa dapat berperan aktif dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat serta turut berkontribusi dalam perkembangan ekonomi Islam di Indonesia.
Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta, seminar ini menjadi bukti bahwa generasi mahasantri masa kini memiliki semangat intelektual dan komitmen kuat dalam menerapkan nilai-nilai ekonomi syariah dalam kehidupan nyata. Acara ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas kesuksesan seminar ini.