Kajian "Jalan Hati", Menyadari dan Membersihkan Hati dalam Training Seribu Bulan Seribu Rahasia

KOMINFO IDRISIYYAH • 25 Maret 2025

Kajian "Jalan Hati", Menyadari dan Membersihkan Hati dalam Training Seribu Bulan Seribu Rahasia

Sufi Training Center | Tasikmalaya, 22 Maret 2025 – Dalam rangkaian Sufi Training Center (STC) Ramadhan yang berlangsung di Aula Mu’asyahadah, Pesantren Idrisiyyah, Ustadz Adang Nurdin, MS, M.Pd. membuka sesi pertama dengan kajian bertajuk "Jalan Hati". Materi ini menyoroti pentingnya menyadari kondisi hati dan membersihkannya dari penyakit batin agar dapat meraih ketenangan dan kebahagiaan sejati dalam beribadah terutama dalam meraih Lailatul Qadar.


Dalam pemaparannya, Ustadz Adang mengawali dengan perumpamaan sederhana tentang penyakit fisik dan penyakit hati.


"Kalau kepala pusing, mencari obat itu mudah karena kita merasakan sakitnya. Tapi penyakit hati? Banyak orang yang mengidapnya tanpa sadar. Bisa jadi seseorang merasa dirinya penuh semangat ibadah, padahal dalam hatinya tersembunyi ujub dan riya," jelasnya.

Beliau menekankan bahwa nafsu dapat menyelinap ke dalam ibadah seseorang. Bahkan seorang ahli ibadah bisa terjebak dalam jebakan halus nafsu yang menanamkan rasa bangga terhadap amalnya sendiri.


"Bagi ahli maksiat, nafsu mendorong untuk terus berbuat dosa. Tapi bagi ahli ibadah, nafsu juga bisa bermain dengan cara lain yaitu membuat seseorang bangga diri dengan ibadahnya, merasa lebih baik dari orang lain," lanjutnya.


Islam sebagai Agama Bimbingan


Menurut Ustadz Adang, manusia sering kali tidak menyadari kondisi hatinya sendiri. Bahkan, menyadari bahwa hati sedang bermasalah pun terkadang sulit. Oleh karena itu, Islam hadir sebagai agama bimbingan yang mengajarkan pentingnya memiliki seorang pembimbing Agama atau Mursyid.


"Agama islam tidak menjanjikan kekayaan, tapi menjanjikan kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu didapat dengan bimbingan. Kita butuh orang yang bisa menunjukkan kesalahan kita, seseorang yang bisa membantu membersihkan hati kita dari penyakit-penyakit batin," jelasnya.


Dalam ilmu tasawuf, peran pembimbing ini disebut dengan murabbi ruhani—seorang guru Mursyid yang membantu menjaga hati tetap dalam kondisi fitrah dan selamat.


"Kenapa hati kita perlu dijaga? Karena kalau tidak, hati bisa menjadi kotor, sakit, bahkan mati. Maka keberadaan pembimbing sangat penting, agar hati kita tetap dalam kejernihan dan kesejukan," tegasnya.


Salah satu poin utama dalam kajian ini adalah bagaimana menjaga keikhlasan dalam ibadah. Banyak orang rajin beribadah, tetapi tanpa disadari hatinya tergelincir oleh perasaan bangga diri. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan introspeksi dan meminta nasihat dari orang-orang yang lebih berilmu


"Kita bisa menjadi ahli ibadah, tapi bisakah kita menjaga keikhlasan dalam ibadah? Tidak semua orang bisa. Oleh sebab itu, kita butuh seseorang yang bisa mengingatkan kita, yang bisa membimbing hati kita agar tetap bersih," ujarnya.


Dengan penuh ketegasan, Ustadz Adang menutup sesi dengan mengajak para peserta untuk lebih memperhatikan kondisi hati mereka dan selalu mencari bimbingan dalam menjalankan agama.


Materi Jalan Hati yang disampaikan oleh Ustadz Adang dalam training Seribu Bulan Seribu Rahasia memberikan perspektif baru bagi para peserta STC Ramadhan dalam memahami pentingnya introspeksi dan bimbingan dalam perjalanan spiritual. Dengan menyadari keberadaan penyakit hati dan mencari bimbingan yang tepat, seorang Muslim dapat lebih mudah menjaga keikhlasan dalam ibadah dan meraih kebahagiaan sejati.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk lebih serius dalam menjaga kebersihan hati dan selalu berada dalam bimbingan yang benar agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.