Kunjungan Strategis Agnia Care ke Kementerian Agama RI: Menuju Legalitas Sebagai LAZ Nasional Berbasis Pesantren
KOMINFO IDRISIYYAH • 24 April 2025
Agnia Care | 17 April 2025, Jakarta — Dalam rangka memperkuat posisi strategis sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional berbasis pesantren, Direktur Agnia Care Bapak H. Yudhi Ginanjar melakukan kunjungan resmi kepada Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.
Dalam pertemuan tersebut, tim Agnia Care menyampaikan secara langsung perkembangan proses perizinan sebagai LAZ Nasional. Diskusi berlangsung dengan penuh semangat dan nuansa konstruktif. Prof. Dr. Waryono menanggapi dengan apresiasi, seraya menyampaikan bahwa Agnia Care memiliki potensi besar untuk menjadi LAZ berbasis pesantren ketiga di Indonesia. Penilaian ini didasarkan pada kesesuaian arah program Agnia Care dengan visi dan strategi nasional pemberdayaan zakat yang sedang dirancang oleh Kementerian Agama.
Keselarasan Visi Program Agnia Care dengan Kemenag
Lebih lanjut, Prof. Dr. Waryono menggarisbawahi bahwa program-program yang telah dikembangkan Agnia Care menunjukkan arah yang jelas, relevan, serta mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi umat saat ini. “Agnia Care memiliki fondasi yang kuat dalam membangun ekosistem zakat berbasis pesantren yang berkelanjutan,” ujarnya. Beliau juga memberikan motivasi agar Agnia Care terus melangkah maju, sembari menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperluas dampak kebermanfaatan sosial.
Dengan penuh harap dan tawakal, langkah ini diiringi dengan doa agar Allah SWT memudahkan setiap tahapan proses legalitas Agnia Care hingga terbitnya Surat Keputusan (SK) pengesahan sebagai LAZ Nasional. Dukungan spiritual dan moral dari seluruh keluarga besar Tarekat Idrisiyyah, serta Berkah Karomah Syekh Akbar, diharapkan menjadi wasilah dalam perjalanan penuh berkah ini.
Cinderamata dari Usaha Para Ansharullah
Sebagai penutup pertemuan yang hangat dan penuh kekeluargaan ini, tim Agnia Care menyerahkan cinderamata sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan. Cinderamata tersebut berupa produk unggulan dari usaha para Ansharullah, yakni Kopi Tenjo, Roti Qini Bakery, dan Madu Karomah. Produk-produk ini tidak hanya mencerminkan semangat kemandirian ekonomi, tetapi juga menandakan eratnya hubungan antara nilai spiritual dan kontribusi nyata dalam pembangunan umat.
Jika berhasil memperoleh izin nasional, Agnia Care diyakini akan semakin memperkuat gerakan sosial Tarekat Idrisiyyah dalam menyebarkan rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin), khususnya melalui pemberdayaan umat, penguatan ekonomi keumatan, dan perluasan jangkauan layanan zakat, infak, dan wakaf yang profesional dan amanah.