Idrisiyyah Jadi Inspirasi Reformasi ASN: Bupati Terpilih Tasikmalaya Ungkap Niat Jadikan Pesantren Sebagai Pusat Pendidikan Spiritual dan Etika ASN

KOMINFO IDRISIYYAH • 24 April 2025

Idrisiyyah Jadi Inspirasi Reformasi ASN: Bupati Terpilih Tasikmalaya Ungkap Niat Jadikan Pesantren Sebagai Pusat Pendidikan Spiritual dan Etika ASN

Tasikmalaya — Dalam momen silaturahmi dan halal bihalal yang dilaksanakan di Masjid Besar Pesantren Idrisiyyah, Sabtu (20/4), Bupati Terpilih Kabupaten Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menyampaikan sambutan yang memuat visi besar reformasi ASN berbasis spiritualitas dan etika keislaman. Salah satu poin penting yang disampaikannya adalah keinginan untuk menjadikan Idrisiyyah sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter bagi ASN Kabupaten Tasikmalaya.


“Kalau kita ingin membentuk ASN yang berkarakter, maka tempat yang layak untuk itu adalah Idrisiyyah. Saya melihat sendiri bagaimana disiplin, kebersihan, dan ketertiban di lingkungan pesantren ini berjalan tanpa sokongan dana APBD. Ini luar biasa,” ujar Cecep dengan nada apresiatif.


Ia menegaskan, dengan izin dan restu dari Syekh Muhammad Fathurrahman, pihaknya ingin membawa para ASN mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Idrisiyyah, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi administratif, tetapi terutama dalam aspek nilai-nilai moral, integritas, dan spiritualitas.


“Saya ingin ASN kita itu tidak hanya cerdas secara birokrasi, tapi juga bersih jiwanya, disiplin ibadahnya, dan santun akhlaknya. Itu semua bisa didapat di sini, di Idrisiyyah,” lanjutnya.


GAMIS: Gerakan Memakmurkan Masjid, Terinspirasi dari Idrisiyyah


Dalam bagian lain sambutannya, Cecep mengangkat program yang disebutnya sebagai GAMIS (Gerakan Memakmurkan Masjid)—suatu inisiatif yang ia temukan di lingkungan pesantren Idrisiyyah dan bertekad untuk diadopsi secara resmi sebagai kebijakan ASN.


“Saya mohon izin kepada Syekh, kalau boleh program GAMIS ini saya adopsi untuk ASN di Tasikmalaya. Karena saya melihat langsung, masjid di sini begitu hidup, begitu bersih, sandalnya tertata rapi, bahkan dibalik dulu sebelum ditaruh. Ini bukan hal sepele. Ini budaya,” ungkapnya penuh kekaguman.


Sebagai langkah konkret, Cecep menyatakan bahwa ia telah meminta bagian hukum untuk menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang akan mengatur ulang jam kerja ASN, khususnya di tingkat kecamatan dan desa


“Hari pertama saya dilantik, saya akan tanda tangan Perbup baru. ASN mulai kerja jam 07.00 pagi, supaya bangunnya dari sebelum Subuh. Dan jam 11.30, seluruh aktivitas kantor harus berhenti agar semua bisa ke masjid berjamaah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa dalam pandangannya, waktu salat tidak boleh dianggap sebagai gangguan terhadap produktivitas, justru pekerjaanlah yang harus tunduk pada ketetapan waktu ibadah.

 

Idrisiyyah sebagai Poros Perubahan Sosial


Pesantren Idrisiyyah, melalui kiprah spiritual, sosial, dan pendidikannya, semakin menunjukkan posisinya sebagai sumber inspirasi perubahan sosial di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan hadirnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan seperti Idrisiyyah, diharapkan akan lahir generasi ASN yang tidak hanya profesional, tapi juga spiritual dan berakhlak mulia.

“InsyaAllah Idrisiyyah bukan hanya jadi tempat mengaji dan menghafal, tapi juga jadi pusat pembinaan moralitas pemerintahan. Inilah bentuk nyata sinergi ulama dan umara,” pungkas Cecep.