Sinergi NU dan Idrisiyyah dalam Membangun Ukhuwah dan Keberkahan dalam Yaumul Ijtima dan Halal Bihalal MWC NU Cisayong
KOMINFO IDRISIYYAH • 25 April 2025
Tarekat Idrisiyyah | Cisayong, Kamis 24 April 2025 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cisayong sukses menggelar Yaumul Ijtima dan Halal Bihalal Syawal di Pesantren Idrisiyyah. Acara ini mempertemukan para tokoh agama, pemerintah, serta masyarakat dalam satu momen kebersamaan yang penuh nilai spiritual dan keummatan.
Acara diawali dengan pembacaan istighotsah dan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muslih. Dilanjutkan sambutan dari berbagai tokoh, di antaranya:
Ustadz Ahmad Faqih, S.Pd, selaku perwakilan dari Tarekat Idrisiyyah yang mengenang almarhum Ajengan Jajang, penggagas awal Yaumul Ijtima di Idrisiyyah. “Yaumul Ijtima bukan hanya ajang thalabul ilmi, tapi juga memperkuat ukhuwah,” ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Tanfidziyah MWC NU Cisayong, Ajengan Abdul Kohar, S.Sy, turut menyampaikan terima kasih kepada Pesantren Idrisiyyah sebagai tuan rumah. “InsyaAllah kegiatan ini terus dilaksanakan di sini sebagai mitra tetap Halal Bihalal MWC NU,” ujarnya.
Tidak ketinggalan Rois Syuriyah NU Cisayong KH. Jaja Jamaluddin menyampaikan pesan kuat kepada Forum Silaturahmi Lembaga Islam (FORSIL) se-Kecamatan Cisayong
“FORSIL harus menjadi garda terdepan dalam persoalan keagamaan dan hukum fikih. Umat butuh kepastian arah keagamaan yang berpijak pada NU. Maka keputusan-keputusan FORSIL harus menjadi rujukan utama masyarakat,” tegas beliau.
KH. Jaja juga menutup sambutannya dengan doa agar Bupati terpilih segera dilantik dan mampu menjalankan amanah dengan baik.
Inspirasi dari Bupati Terpilih Tasikmalaya Persatuan dalam Perbedaan
Sambutan ditutup oleh Bupati Terpilih, Bapak Cecep Nurul Yakin, yang menekankan pentingnya menjaga semangat kompetisi dalam koridor kebaikan.
baca artikel sambutan bupati terpilih tasikmalaya pada tautan berikut
Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
“Dalam kontestasi politik, baik yang mendukung maupun tidak—semuanya adalah rakyat yang harus kita layani secara adil. Pemerintah perlu didukung dalam program baik dan diberi masukan membangun untuk hal-hal yang perlu diperbaiki,” ujar beliau, disambut tepuk tangan hadirin.
Puncak acara Halal Bihalal diisi dengan tausiyah oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag, Mursyid Tarekat Idrisiyyah, yang mengaitkan makna ibadah dengan kebermanfaatan pasca Ramadhan:
“Ibadah harus berbuah di dunia dan diterima di akhirat. Bila kita merasa manisnya dzikir, tenangnya hati, dan hidup kita dirasakan manfaatnya oleh orang lain—itulah tanda amal kita diterima,” jelas beliau.
Syekh Akbar merinci tiga tanda ibadah yang diterima Allah:
1. Hati yang tenang, buah dari banyak dzikir.
2. Hidup yang berarti, karena kehadiran kita bermanfaat bagi masyarakat.
3. Hidup yang berkah, ditandai dengan rizki, ilmu, dan keluarga yang terus bertambah kebaikan.
Pesan ini terasa sangat relevan dengan semangat Halal Bihalal: menumbuhkan makna ibadah secara sosial dan spiritual.
Semoga rangkaian acara ini bisa menghadirkan kebaikan bagi seluruh jamaah yang hadir, Amiin