Arahan Syekh Akbar untuk Ketua dan Ustadz Zawiyah Idrisiyyah untuk Memperkuat Dakwah Tarekat dan Majelis Dzikir di Seluruh Indonesia
KOMINFO IDRISIYYAH • 03 Mei 2025
Majelis Ketarekatan | Tasikmalaya, 1 Mei 2025 — Dalam rangka memperkuat ruh spiritual dan konsistensi dakwah Tarekat Idrisiyyah di seluruh penjuru tanah air, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., selaku Mursyid Tarekat Idrisiyyah, memberikan arahan langsung kepada seluruh ketua dan ustadz Zawiyah melalui pertemuan virtual via Zoom Meeting, Kamis pagi, 1 Mei 2025.
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperbarui semangat pengabdian, menyatukan visi dakwah, dan menegaskan kembali tanggung jawab spiritual dan sosial para pengelola zawiyah dalam membina jamaah di wilayah masing-masing.
Dalam pembukaan arahannya, Syekh Akbar menekankan pentingnya bimbingan dalam beragama. Beliau mengingatkan bahwa seorang Muslim yang tidak dibimbing oleh ulama yang memiliki sanad keilmuan sampai kepada Rasulullah SAW akan mudah tergelincir pada dua kutub ekstrem:
Tafrith: menjalankan agama dengan cara dikurang-kurangkan
Ifrath: menjalankan agama dengan cara ditambah-tambahkan hingga melampaui batas ajaran yang benar.
Sebaliknya, mereka yang beragama di bawah bimbingan mursyid akan berada pada posisi wasathiyah (pertengahan), yaitu memahami Islam secara moderat, utuh, dan sesuai dengan ruh ajaran Rasulullah SAW.
Syekh Akbar juga mengingatkan bahwa kebangkitan Islam di akhir zaman, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, akan bermula dari tarekat-tarekat shufiyah yang memiliki sanad sampai kepada Nabi. Maka dari itu, zawiyah harus mengambil peran sebagai lokomotif kebangkitan spiritual umat.
Beliau menegaskan bahwa tugas ketua dan ustadz zawiyah bukan sekadar administratif, melainkan amanah ruhani sebagai petugas mursyid, yakni perpanjangan tangan dalam menyampaikan ajaran Rasulullah SAW melalui jalur tarekat bersanad.
Dalam arahannya, beliau berpesan:
“Para pengurus Zawiyah adalah pilihan guru untuk bertugas dan menjadi kepanjangan tanganan Mursyid. Jagalah keikhlasan karena kita berjuang bukan karena manusia, bukan untuk mendapatkan pujian manusia tapi karena Allah SWT.”
— Syekh Akbar Muhammad Fathurahman
Selanjutnya, Syekh Akbar menambahkan bahwa para mursyid menggabungkan ilmu dzohir dan ilmu batin. Maka, dakwah yang disampaikan haruslah utuh, tidak dikurangi ataupun ditambah. Beliau berharap semua zawiyah menyampaikan dakwah Islam yang sempurna, sebagaimana dibawakan oleh para mursyid. Dalam hal ini, penghayatan batin (ihsan) menjadi inti dari ajaran tasawuf yang dibawa oleh mursyid.
Mengutip Imam Nawawi, konsep keislaman yang utuh mencakup syariat, tarekat, dan hakikat, dan seluruhnya harus disampaikan agar jamaah tidak hanya paham secara lahir, tapi juga hidup secara ruhani. Dakwah juga harus mencerminkan akhlak ihsan: berbuat baik kepada seluruh umat Islam.
Beberapa arahan praktis dari Syekh Akbar untuk seluruh zawiyah adalah:
1. Majelis Dzikir dan Ilmu Malam Jum'at
Setiap zawiyah dianjurkan menghidupkan majelis dzikir dan ilmu setiap malam Jum’at, meskipun hanya dihadiri 1–2 orang, dan tetap menyambungkan kegiatan ke streaming Dzikir Makhsus dari Tasikmalaya.
2. Program Gamis (Gerakan Memakmurkan Masjid)
Melaksanakan itikaf rutin di masjid zawiyah atau masjid sekitar pada waktu Maghrib–Isya dan Shubuh–Isyraq, sebagai wujud kepedulian terhadap syiar masjid dan penguatan ruhani umat.
Semoga dari adanya arahan ini bisa menunjukkan bahwa semangat pengabdian dan dakwah tarekat terus menyala dan tersebar secara nasional, menjadikan zawiyah sebagai pelita spiritual di tengah dinamika umat Islam Indonesia.