Mutiara Ilmu dari Safari Dakwah: Lima Pokok Pesan Syekh Akbar di Bangka Belitung

KOMINFO IDRISIYYAH • 21 Mei 2025

Mutiara Ilmu dari Safari Dakwah: Lima Pokok Pesan Syekh Akbar di Bangka Belitung

Tarekat Idrisiyyah | Bangka Belitung, 16- 19 Mei 2025 — Dalam rangkaian Safari Dakwah di Pulau Bangka, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman menyampaikan sejumlah pesan penting yang menggugah kesadaran spiritual jamaah. Kajian beliau tidak hanya menitikberatkan pada ilmu, tetapi juga membangun pengalaman ruhani yang mendalam bagi para hadirin. Berikut adalah lima pokok pesan utama yang menjadi benang merah dalam setiap tausiyah beliau di berbagai masjid dan pesantren di Bangka Belitung.


1. Pilar Ahlussunnah wal Jamaah (Masjid Kubah Timah)

Syekh Akbar mengawali safari dakwah dengan menggarisbawahi definisi Ahlussunnah wal Jamaah. Beliau menjelaskan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang selamat: golongan yang mengikuti jalan Rasulullah dan para sahabatnya.


"Para ulama sepakat bahwa agama kita dibangun di atas tiga pilar: ilmu tauhid (aqidah), fiqih (syariat), dan tasawuf (hakikat)," ujar beliau.


Menurut beliau, kelompok yang berpegang pada tiga disiplin itu—tauhid dengan manhaj Asy’ariyah-Maturidiyyah, fiqih dalam salah satu madzhab (khususnya Syafi'i), dan tasawuf melalui ulama sufiyyah—maka termasuk dalam golongan Ahlussunnah wal Jamaah.


2. Nikmatnya Ibadah dalam Cahaya Tasawuf (Masjid Raya Tuatunu & Masjid Jami Pangkalpinang)

Di dua masjid besar ini, Syekh Akbar menekankan pentingnya kehadiran lima pokok tasawuf dalam hati, yang akan membuat ibadah terasa nikmat, bahkan sampai menangis dalam sujud.


"Kalau hati disinari cahaya Allah, surga bisa dirasakan sejak di dunia," tegas beliau.


3. Bertarekat untuk Menemukan Hakikat (Masjid Al-Iman)

Mengutip kitab Tanwirul Qulub karya Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi, Syekh Akbar menjelaskan bahwa hakikat itu seperti mutiara, mahal dan berada di kedalaman samudra.


"Kalau ingin mendapatkan hakikat, harus naik perahu bernama tarekat," ungkap beliau.


Beliau menyebut dua tanda hakikat: pertama, tersingkapnya hijab hati hingga mata batin terbuka. Kedua, bersihnya hati dari penyakit ruhani, yang justru lebih fatal daripada penyakit fisik. Dzikir, muraqabah, dan mujahadah menjadi jalan pembersihan tersebut.


4. Amal Lahir dan Batin: Kualitas Ibadah Sejati (Masjid As-Sa’adah, Pemali)

Dalam tabligh akbar ini, Syekh Akbar menggugah kesadaran akan kualitas amal, bukan sekadar kuantitas.


"Ibadah yang diterima Allah bukan hanya yang sah secara fiqih, tapi juga yang ikhlas secara batin," ujar beliau.

 

Syekh Akbar mengingatkan bahwa riya dan pencitraan dalam ibadah adalah penyakit berbahaya. Penilaian Allah tidak bergantung pada pujian manusia, dan hanya keikhlasan yang menjadikan amal diterima dan bernilai akhirat.


5. Merawat Qolbu Melebihi Tubuh (Pesantren Darul Muttaqin)

Menutup safari dakwah, Syekh Akbar mengajak jamaah untuk memprioritaskan perawatan hati lebih daripada perawatan tubuh.


"Tubuh berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Tapi hati (qolbu) berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya," tegas beliau


Syekh Akbar menyentuh sisi psikologis manusia dewasa yang semakin tua fisiknya, namun harus semakin matang hatinya. Membersihkan hati dan menjaga dzikir adalah investasi ruhani yang tak lekang oleh usia.


Safari Dakwah Syekh Akbar di Bangka Belitung bukan hanya mengisi ruang-ruang masjid, tetapi juga membuka ruang dalam hati manusia. Melalui pendekatan yang menyatukan ilmu, adab, dan hikmah, Syekh Akbar mengajarkan bahwa tasawuf bukan pelarian, melainkan pendalaman terhadap Islam yang hakiki.