Pengajian Orang Tua Santri di Aula Musyahadah Menjalin Sinergi antara Lembaga, Guru, dan Orang Tua
KOMINFO IDRISIYYAH • 30 Mei 2025
Pesantren Idrisiyyah | Tasikmalaya, Jum’at, 30 Mei 2025 – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Pengajian Orang Tua Santri yang diselenggarakan di Aula Musyahadah. Acara ini dihadiri oleh para orang tua santri, jajaran asatidz dan asatidzah, serta perwakilan dari berbagai peminatan santri.
Kegiatan dimulai sejak pagi pukul 07.30 dengan registrasi orang tua santri, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ismail Fadilah selaku pembawa acara (MC). Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tawasul oleh Ahmad Azizy, santri kelas 5 AKL, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Farzan Nazirul Haidar, santri kelas 1 IIK pembuka kegiatan diawali oleh para santri menunjukkan ilmu yang telah didapatkan selama di pesantren.
Acara berlanjut dengan sambutan dari Direktorat Pendidikan Idrisiyyah, yang dalam hal ini disampaikan oleh Ustadz Fahruroji, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara lembaga, guru dan orang tua dalam membentuk karakter santri yang unggul.
Tak kalah menarik, para santri dari berbagai peminatan turut menampilkan kebolehannya. Santri dari Idrisiyyah Language Center (ILC) tampil dengan bimbingan Ustadz Salman Alfarisi, Lc., MA, yang menampilkan 6 santri yang melakukan unjuk kemampuan ceramah berantai 3 bahasa: Arab, Jepang, dan Inggris. Penampilan ini menunjukkan hasil dari pembinaan bahasa asing yang intensif di lingkungan pesantren.
Dilanjutkan dengan penampilan santri peminatan Nahwu Shorof, yang dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang (putra dan putri). Menariknya, setelah penampilan tersebut, dua santri (putra dan putri) diberi pertanyaan seputar ilmu Nahwu dan Shorof dan berhasil menjawab dengan baik dan lancar.
Kemudian, penampilan dari peminatan Tahfidz menjadi sorotan berikutnya. Dibimbing oleh Ustadz Ibnu Thoriq Aljibal, S.Pd., para santri diuji dengan soal lanjutan ayat yang ada pada juz 29. Tes melanjutkan ayat ini juga melibatkan Ustadz Adang Nurdin MS, M.Pd. selaku Deputi Pendidikan, serta asatidzah yang turut memberikan soal lanjutan dengan pertanyaan seputar surat dan ayat Al-Qur’an.
Selanjutnya, Ustadz Deden Hidayatulloh, M.Pd. menyampaikan informasi kelembagaan yang mencakup tiga aspek penting: kesantrian, tarbiyah/akademik dan keuangan. Informasi ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga kepada para wali santri.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi pembinaan, tanya jawab, muhasabah dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Adang Nurdin MS, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya rasa syukur atas kehadiran anak sebagai ladang amal. Beliau juga mengingatkan kepada para guru untuk tidak mengeluhkan santri, karena mereka adalah amanah dari para orang tua. Beliau menegaskan bahwa mendidik anak membutuhkan keikhlasan dan ketegaran, serta berharap agar seluruh santri menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.
Sebagai penutup, acara kembali dipandu oleh Ismail Fadilah yang menutup kegiatan dengan penuh hangat dan haru. Kegiatan seperti ini menjadi penting bagi para orang tua santri, karena sesungguhnya ketika seorang santri berada di Pesantren orang tua juga harus mendukung dengan do'a dan keilmuan agar orang tua tahu bagaimana cara menemani dan membimbing anak ketika tidak di Pesantren.