Menghidupkan Masjid, Menghidupkan Hati Amalan GAMIS Warnai Qini Nasional 159

KOMINFO IDRISIYYAH • 31 Mei 2025

Menghidupkan Masjid, Menghidupkan Hati Amalan GAMIS Warnai Qini Nasional 159

Menapak Jejak Rasulullah dari Maghrib hingga Isyraq, Jamaah Idrisiyyah Bangkitkan Cahaya Ibadah di Dua Waktu Emas


Qini Nasional 159 | Tasikmalaya, 30 Mei 2025 — Qini bukan hanya tentang berkumpulnya jasad dan akal untuk menerima ilmu dan dzikir. Ia adalah momen ketika ruh kembali dibasuh dengan amal dan teladan Nabi. Salah satu kegiatan yang mewarnai Qini Nasional 159 adalah GAMIS — Gerakan Memakmurkan Masjid.


Program ini diinisiasi langsung oleh Syekh Akbar sebagai respon atas ajaran dan keteladanan Rasulullah ﷺ yang senantiasa menghidupkan masjid, terutama di dua waktu mulia: antara Maghrib dan Isya, serta antara Subuh dan Isyraq. Dua rentang waktu inilah yang oleh para ulama tasawuf disebut sebagai "waktu emas", di mana limpahan rahmat dan ampunan Allah diturunkan bagi hamba-hamba yang menghidupkannya.


Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kahfi: 28:


"Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya."

Ayat ini menjadi dasar ruhani yang memperkuat pentingnya istiqamah dalam memakmurkan masjid bersama komunitas dzikir.


GAMIS Setiap Hari di Qini dan Zawiyah


Selama Qini Nasional 159, kegiatan GAMIS dilaksanakan setiap hari di Masjid Al-Fattah, pusat kegiatan Qini. Para peserta secara aktif menghidupkan dua waktu tersebut dengan shalat berjamaah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalat sunnah serta Isyraq. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh ustadz-ustadz dari DKM Masjid Al-Fattah, yang dengan penuh hikmah membimbing jamaah untuk merasakan kenikmatan ibadah dalam keheningan waktu.


Yang istimewa, GAMIS sejatinya bukan hanya milik Qini. Ia merupakan amalan yang telah dijalankan di zawiyah-zawiyah seluruh Indonesia. Namun dalam momen Qini, gema dzikir dan kehadiran jamaah yang lebih besar menjadikan GAMIS semakin kuat, ramai, dan terasa menggetarkan hati.


Antara Maghrib dan Isya, jamaah diajak untuk melaksanakan shalat sunnah Awwabin yang disebut sebagai shalat orang-orang yang bertobat. Rasulullah SAW bersabda:


"Barang siapa yang melaksanakan shalat Awwabin enam rakaat maka Allah catat baginya pahala ibadah dua belas tahun." (HR. Tirmidzi)


Sedangkan setelah Subuh hingga Isyraq, jamaah bertahan di masjid untuk dzikir dan tadarus hingga waktu shalat dua rakaat Isyraq. Nabi bersabda:


"Barangsiapa shalat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapat pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi)


GAMIS bukan sekadar program ritual, tapi bentuk pendidikan waktu dan rasa. Diharapkan, selepas Qini, jamaah membawa semangat ini pulang — dan menghidupkan masjid di zawiyah masing-masing dengan kedisiplinan, cinta, dan kerinduan kepada Allah.


Dengan membiasakan diri berada di masjid pada dua waktu emas ini, seorang murid tidak hanya menjaga dzikirnya, tetapi juga menjaga jiwanya dari kelalaian dunia.


Semoga GAMIS menjadi denyut ruhani yang terus mengalir setelah Qini, membangunkan umat dari tidur rohaninya, dan mengantar mereka menuju masjid dengan hati yang hidup.